Sektor ekspor pun tetap menunjukkan performa positif. Pada Februari 2026, nilai ekspor tercatat US$291,74 juta, tumbuh 4,00% dibanding tahun lalu. Industri pengolahan masih menjadi tulang punggung dengan pertumbuhan 4,27%. Besi dan baja (HS 72) tetap menjadi primadona dengan kontribusi mencapai 98,25% dari total ekspor awal tahun ini.

Secara spasial, tingkat inflasi tahunan di Sultra menunjukkan variasi antarwilayah. Kabupaten Kolaka mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 6,02%, sementara Kabupaten Konawe menunjukkan performa pengendalian harga terbaik dengan inflasi hanya 1,81%.

Dengan fondasi industri pengolahan yang semakin kokoh dan masuknya modal berupa mesin-mesin produksi, Sulawesi Tenggara optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus stabilitas harga pangan dan energi di masa mendatang. (red)

9 / 100 Skor SEO