KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi per 1 Maret 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Maret 2026 di Bumi Anoa tercatat sebesar 0,41% secara bulanan (month-to-month), angka yang dinilai masih terkendali dan lebih rendah dibanding laju inflasi bulan sebelumnya.

Keberhasilan meredam gejolak harga ini berjalan beriringan dengan masifnya aktivitas industrialisasi di daerah tersebut. Meski neraca perdagangan Februari 2026 mengalami defisit tipis sebesar US$1,74 juta akibat lonjakan impor alat produksi, secara kumulatif (Januari-Februari 2026), Sultra masih mengantongi surplus signifikan sebesar US$94,67 juta.

Kepala BPS Sultra mencatatkan bahwa kenaikan harga pada Maret lalu dipicu oleh kelompok bahan bakar rumah tangga, beras, dan komoditas perikanan seperti ikan cakalang. Namun, intervensi pemerintah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terbukti efektif menahan laju kenaikan harga agar tidak berdampak luas pada daya beli masyarakat.

... ...

Di sektor perdagangan luar negeri, impor Sultra pada Februari 2026 melonjak fantastis sebesar 167,02% secara tahunan (y-on-y) menjadi US$293,49 juta. Menariknya, lonjakan ini bukan disebabkan oleh konsumsi, melainkan didominasi oleh impor barang modal yang tumbuh hingga 1.806,56%. Hal ini mengindikasikan adanya ekspansi besar-besaran pada sektor industri manufaktur di Sultra.

“Peningkatan nilai impor utamanya didorong oleh Kelompok Barang Modal dengan andil peningkatan sebesar 152,73 persen secara y-on-y,” tulis laporan BPS Sultra. Komoditas mesin dan pesawat mekanik (HS 84) menjadi item utama yang didatangkan, mayoritas berasal dari Tiongkok dengan pangsa 74,89%.

Sektor ekspor pun tetap menunjukkan performa positif. Pada Februari 2026, nilai ekspor tercatat US$291,74 juta, tumbuh 4,00% dibanding tahun lalu. Industri pengolahan masih menjadi tulang punggung dengan pertumbuhan 4,27%. Besi dan baja (HS 72) tetap menjadi primadona dengan kontribusi mencapai 98,25% dari total ekspor awal tahun ini.

Secara spasial, tingkat inflasi tahunan di Sultra menunjukkan variasi antarwilayah. Kabupaten Kolaka mencatatkan inflasi tertinggi sebesar 6,02%, sementara Kabupaten Konawe menunjukkan performa pengendalian harga terbaik dengan inflasi hanya 1,81%.

Dengan fondasi industri pengolahan yang semakin kokoh dan masuknya modal berupa mesin-mesin produksi, Sulawesi Tenggara optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus stabilitas harga pangan dan energi di masa mendatang. (red)

Polling Lainnya di Sulawesi Tenggara
Lihat Semua Polling →
Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
9 / 100 Skor SEO