Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar di bagian wajah.

Firman mengungkapkan, keluarga korban sempat melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Kendari agar diproses secara hukum. Namun, persoalan itu akhirnya diselesaikan melalui jalur kekeluargaan setelah kedua belah pihak sepakat berdamai.

Secara terpisah, seorang ibu bernama Fitri Fayola yang merekam aksi pengeroyokan tersebut mengaku sempat melihat rombongan pelajar tawuran di kawasan Kendari Beach (Kebi), Jalan Ir. H. Alala, Kelurahan Korumba, Kecamatan Kendari, sebelum peristiwa itu terjadi.

Menurut Fitri, saat itu ia hendak menjemput anaknya di sekolah. Ketika kembali melintas, ia mendapati rombongan pelajar yang sebelumnya berada di Kebi diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan di depan SD Kristen Kendari.

“Waktu saya mau jemput anakku di sekolahnya saya lihat ini sejumlah pelajar tawuran di Kebi. Pas saya balik ternyata yang tadi lanjut di depan SD Kristen Kendari,” kata Fitri kepada Kendariinfo, Rabu (5/8).

Fitri juga mengaku mendapat informasi bahwa sejumlah pelajar yang diduga terlibat telah diamankan oleh personel Polsek Kemaraya sebelum dibawa ke Polresta Kendari.

“Katanya anggota Polsek Kemaraya sudah diamankan dan sudah dibawa di Polresta Kendari,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto, belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus tersebut meski telah dihubungi melalui pesan singkat.

sumber: kendari.info

60 / 100 Skor SEO