Didit juga meminta PLN UID Sulselrabar tidak hanya memberikan penjelasan teknis terkait pemadaman, tetapi harus menunjukkan langkah konkret untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

“PLN harus memberikan penjelasan yang transparan kepada masyarakat. Apa penyebab pemadaman, berapa lama berlangsung, dan apa solusi yang disiapkan agar kejadian seperti ini tidak terus berulang. Masyarakat berhak mendapatkan kepastian,” katanya.

Ia menegaskan, pemadaman listrik yang berulang harus menjadi bahan evaluasi serius bagi PLN. Menurutnya, pelayanan publik tidak boleh mengabaikan kepentingan masyarakat yang setiap hari bergantung pada ketersediaan listrik.

“Jangan hanya meminta masyarakat bersabar. Yang dibutuhkan warga sekarang adalah solusi. PLN harus bertanggung jawab terhadap kualitas pelayanan listrik yang diberikan kepada masyarakat,” tegas Didit.

Sorotan terhadap pola pemadaman listrik di Kendari sebelumnya juga disampaikan DPRD Kota Kendari. Dalam rapat kerja bersama PLN pada 24 September 2026, DPRD meminta pengaturan beban dilakukan secara proporsional agar tidak menimbulkan kesan ada wilayah yang diistimewakan sementara wilayah lainnya mengalami pemadaman.

Untuk menghimpun keluhan masyarakat, Didit Hariadi membuka saluran pengaduan bagi warga Kendari yang terdampak pemadaman listrik.

Warga dapat menyampaikan laporan melalui nomor 0852 222 666 87.

Didit mengajak masyarakat menyampaikan keluhan secara langsung, termasuk lokasi pemadaman, waktu kejadian, durasi listrik padam, serta dampak yang dirasakan.

“Saya membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang mengalami pemadaman listrik. Silakan sampaikan keluhan dan kondisi yang terjadi di lapangan. Suara masyarakat harus didengar,” ungkapnya.

Ia berharap laporan masyarakat dapat menjadi perhatian serius PLN UID Sulselrabar untuk melakukan evaluasi terhadap pelayanan kelistrikan di Kota Kendari.

“Listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap PLN segera melakukan pembenahan. Jangan biarkan masyarakat terus dirugikan akibat pemadaman listrik yang berkepanjangan,” pungkas Didit.

 

Editor: Ixan

60 / 100 Skor SEO