Lebih lanjut, mantan Pangdam XIV/Hasanuddin ini juga menggarisbawahi pentingnya adopsi transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan daerah. Langkah digitalisasi ini dinilai krusial untuk mendongkrak efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas pelayanan publik di seluruh provinsi se-Sulawesi.
Sementara di sektor pariwisata, ia meminta agar pengembangannya dilakukan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang tetap berbasis pada kelestarian lingkungan, kearifan lokal, dan pelibatan aktif masyarakat setempat sebagai pelaku utama pembangunan.
Mengakhiri arahannya, Gubernur Sultra menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan agenda regional ini. Ia menaruh harapan besar agar forum Musrenbang melahirkan rumusan kebijakan yang konkret, implementatif, dan mampu menjawab tantangan nyata di kawasan Sulawesi.
“Kita berharap forum ini mampu menghasilkan rumusan kebijakan yang konkret, implementatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di kawasan Sulawesi guna mewujudkan wilayah yang maju, inklusif, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Agenda tahunan ini dihadiri secara langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sultra, jajaran Forkopimda Sultra, Pj. Sekda Sultra, para Kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, serta Kepala Bappeda provinsi se-Regional Sulawesi. Selain itu, hadir pula secara daring Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri dan Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas. (red)



Tinggalkan Balasan