Kendari – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sultra bergerak cepat mengusut tuntas megaproyek korupsi ore nikel di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Jilid 3.
Kini, fokus utama kejaksaan mengarah tajam pada penelusuran aset dan aliran dana (follow the money) yang masuk ke kantong trader kakap, Ko Andi.
Langkah ini diambil setelah nama Ko Andi secara meyakinkan tertuang dalam amar putusan vonis mantan Direktur Utama PT AMIN, Mohammad Machrusy. Pihak kejaksaan menduga kuat ada perputaran uang miliaran rupiah dari transaksi penjualan ore nikel ilegal yang dinikmati oleh sang trader.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sultra, Ari, menegaskan bahwa pelacakan aliran dana ini menjadi poin krusial dalam penyidikan klaster Jilid 3.
Ko Andi disinyalir menerima dana segar hasil penjualan ore nikel hasil kerukan dari Eks IUP PT PCM yang dilempar ke perusahaan smelter raksasa, PT Huady Nickel-Alloy Indonesia.



Tinggalkan Balasan