“Kita patut bersyukur, di tengah-tengah kondisi kekeringan yang berkepanjangan, pada sore ini kita masih bisa melakukan kegiatan panen padi,” ungkap Gubernur Andi Sumangerukka di hadapan ratusan pasang mata yang menyimak.

Kabupaten Kolaka Timur bukanlah titik sembarangan dalam peta pertanian daerah. Wilayah ini memegang kontribusi vital sebagai lumbung pangan dengan menyumbang sekitar 16 persen dari total ketersediaan padi di Sulawesi Tenggara. Namun, kontribusi besar ini membutuhkan sokongan sarana yang mumpuni. Gubernur secara terbuka menaruh perhatian pada akses jalan menuju lokasi panen.

“Tadi saya melihat akses jalan menuju ke tempat ini masih perlu menjadi perhatian kita bersama. Ke depan, infrastruktur jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi akan kita tuntaskan, dan infrastruktur jalan yang menjadi tanggung jawab kabupaten tolong juga diselesaikan,” tegas Gubernur.

Tak hanya infrastruktur fisik, transformasi pola pikir para petani turut disuarakan. Gubernur berpesan agar paradigma bertani mulai beralih menuju pendekatan yang lebih profesional dan berbasis teknologi. Bertani tak lagi sekadar pekerjaan rutin biasa, melainkan profesi bernilai ekonomi tinggi.

“Ke depan, bertani bukan hanya pekerjaan biasa tetapi harus menjadi profesi. Dengan begitu, profesi ini dapat memberikan penghasilan yang jauh lebih besar, terlebih lagi jika didukung pendekatan teknologi dan infrastruktur irigasi sehingga yang awalnya dalam setahun hanya bisa panen dua kali bisa menjadi empat kali,” lanjutnya.

Menghadapi dinamika perubahan cuaca, kewaspadaan tetap menjadi kunci. Merujuk pada data BMKG, Gubernur mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi pergeseran cuaca dari kemarau menuju curah hujan tinggi yang berpotensi banjir tahun depan.

“Berdasarkan data dari BMKG, tahun ini kita mengalami kekeringan, namun tahun depan diprediksi akan ada curah hujan tinggi yang berpotensi banjir. Oleh karena itu, mulai saat ini perlu dipersiapkan segala sesuatunya termasuk penampungan air, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal,” imbaunya.

Di penghujung arahannya, kelegaan terpancar saat Gubernur menyinggung membaiknya harga gabah di tingkat petani, sebuah kabar baik yang diharapkan terus mengangkat derajat hidup para pengolah tanah.

“Bersyukurlah bahwa saat ini harga gabah semakin baik. Kita berharap ke depan para petani semakin sejahtera karena petani merupakan pekerjaan yang mulia,” tutup Gubernur penuh harapan.

Dukungan alat mesin pertanian (alsintan) seperti traktor roda dua, traktor roda empat, hingga combine harvester disalurkan langsung kepada kelompok tani. Pendampingan tak henti dari pemerintah daerah ini juga kembali ditegaskan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sultra, Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan terus hadir membantu petani. Pada kesempatan yang baik ini kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta semua pihak yang telah berkontribusi terhadap peningkatan produksi panen di Kabupaten Kolaka Timur,” ujar Prof. Taufik.

“Semoga panen raya ini membawa keberkahan dan meningkatkan semangat para petani untuk semakin termotivasi dalam meningkatkan produksi pertanian di daerah kita menuju masyarakat Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius,” pungkasnya.

Saat senja berangsur surut dan rombongan beranjak meninggalkan Desa Iwoikondo, sisa-sisa jerami dan deru mesin pemanen meninggalkan jejak optimisme yang mendalam. Dari tanah Loea, Panen Raya ini tak sekadar memanen padi, tetapi juga merawat api semangat menuju masa depan Sulawesi Tenggara.

Penulis: Ixan

17 / 100 Skor SEO