Kendari – SMK Negeri 4 Kendari sukses mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan vokasi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sekolah pencetak talenta digital ini berhasil menembus babak tiga besar nasional pada bidang lomba Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam ajang Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional 2026.
Atas capaian luar biasa tersebut, tim AI SMK 4 Kendari kini resmi diundang secara luring oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek untuk berlaga di babak final. Kompetisi puncak penentuan juara ini akan diselenggarakan langsung di Jakarta pada 26 Juli hingga 1 Agustus 2026 mendatang.
Kepala SMK 4 Kendari, Dr. Herman, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas prestasi bersejarah ini. Menurutnya, pencapaian lolos ke posisi tiga besar nasional di bidang teknologi mutakhir merupakan lompatan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi perwakilan sekolah dari Sultra.
“Ini adalah prestasi luar biasa dan menjadi sejarah baru. Selama ini, perwakilan SMK kita di ajang LKS tingkat nasional paling tinggi hanya mampu menembus posisi 10 besar, itu pun sangat jarang terjadi. Alhamdulillah, tahun ini kita bisa langsung tembus tiga besar di bidang AI,” ujar Dr. Herman, S.Pd., M.Pd., saat ditemui detikcom, Rabu (15/7/2026).
Beliau menjelaskan bahwa jalannya kompetisi pada babak penyisihan sebelumnya dilakukan secara daring (dalam jaringan). Setiap sekolah diuji melalui proyek berbasis kelompok yang menuntut pemecahan masalah riil. Tim AI dari SMK 4 Kendari sendiri diperkuat oleh tiga siswa terbaik yang sukses merancang proyek inovatif hingga memukau dewan juri nasional.
Di Jakarta nanti, tim perwakilan Sultra ini akan kembali diuji secara tatap muka untuk menentukan posisi juara 1, 2, dan 3 tingkat nasional. Tak hanya di bidang kecerdasan buatan, pada tahun ini SMK 4 Kendari juga menunjukkan taringnya dengan meloloskan dua perwakilan lain ke tingkat nasional, yakni di bidang lomba Cloud Computing (Rekayasa Perangkat Lunak) dan Desain Grafis (Desain Komunikasi Visual).
Prestasi mentereng di bidang teknologi informasi ini dinilai sebagai buah dari keselarasan program sekolah dengan kebijakan daerah. Dr. Herman menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari arahan langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Aris Badara, S.Pd., M.Hum.

Pihak Dikbud Sultra secara konsisten menginstruksikan jajaran sekolah vokasi agar program-program pendidikan yang dicanangkan relevan dan berfokus pada visi besar pemerintah daerah.
Langkah ini diambil demi mendukung penuh implementasi visi dan misi Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) H. Andi Sumangerukka, S.E., M.M., khususnya dalam program akselerasi kualitas sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing secara global. Relevansi dan linearitas inilah yang terus dikawal melalui keterlibatan pengawas dinas dalam penyusunan visi-misi sekolah.
Dr. Herman, menambahkan bahwa SMK 4 Kendari memang terus berupaya mentransformasi diri agar selalu relevan dengan tuntutan zaman. Kurikulum sekolah sengaja dirancang secara dinamis agar adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Dunia kerja saat ini sudah berbasis digitalisasi. Oleh karena itu, kurikulum di SMK tidak boleh kaku. Industri berubah, kurikulum SMK juga wajib ikut berubah. Kehadiran penguasaan IT di kalangan siswa sangat krusial, karena anak-anak yang menguasai teknologi dipastikan akan selangkah lebih maju,” tegas Herman.
Komitmen tersebut juga dibuktikan dengan penyediaan fasilitas prima di sekolah, mulai dari bengkel kerja mandiri hingga studio pencetakan konten kreatif berupa studio podcast canggih. Guna menjamin penyerapan kerja alumni, SMK 4 Kendari saat ini telah mengikat kerja sama resmi (MoU) dengan 86 mitra industri, yang dikoordinasikan secara intensif melalui Tim Bursa Kerja Khusus (BKK).
Melalui keikutsertaan di ajang LKS Nasional Jakarta ini, SMK 4 Kendari berharap dapat membuktikan bahwa talenta muda dari daerah luar Jawa pun mampu bersaing di level tertinggi teknologi global sekaligus mempercepat penyerapan lulusan vokasi ke dunia kerja nyata.
(San)




Tinggalkan Balasan