JAKARTA – PT Jasa Raharja dan Palang Merah Indonesia (PMI) tengah menjajaki sinergi strategis untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan mempercepat penanganan korban kecelakaan melalui pengembangan sistem respons darurat yang terintegrasi. Komitmen kolaborasi ini dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Ruang Rapat Akhlak Gedung Jasa Raharja, Jakarta, pada Kamis (9/7).

Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin beserta jajaran direksi, serta Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI Fachmi Idris. Kedua belah pihak menyepakati sejumlah program aksi nyata yang fokus pada penguatan pelayanan sejak menit-menit pertama pascakejadian kecelakaan, bukan hanya pada aspek pemberian santunan.

Salah satu agenda utama yang disepakati adalah pengembangan konsep respons cepat yang melibatkan masyarakat sipil sebagai penolong pertama di lokasi kejadian. Selain itu, kolaborasi ini mendorong integrasi sistem kegawatdaruratan, di mana PMI akan memperkuat ekosistem Jasa Raharja melalui dukungan jaringan relawan yang masif, kemampuan evakuasi, hingga pemanfaatan armada ambulans PMI yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Sebagai langkah awal, Jasa Raharja dan PMI berencana membentuk pilot project di sejumlah daerah dengan tingkat kecelakaan lalu lintas yang relatif tinggi. Model integrasi penanganan darurat ini diharapkan dapat menjadi rujukan yang nantinya dapat direplikasi di berbagai wilayah lain demi meminimalisasi fatalitas korban.

Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI, Fachmi Idris, menyambut positif inisiatif ini dengan menekankan pentingnya gabungan edukasi road safety dan respons cepat. PMI berkomitmen mengerahkan kapasitas relawan hingga tingkat desa untuk mendukung visi tersebut.

Menindaklanjuti pertemuan ini, Jasa Raharja melanjutkan pembahasan di Markas PMI Pusat pada Senin (13/7) untuk mematangkan draf Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Pertemuan lanjutan ini turut ditinjau oleh Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, yang menyambut baik inisiatif tersebut. Ruang lingkup kerja sama akan mencakup penguatan layanan darurat, edukasi keselamatan dan kepatuhan administrasi kendaraan, pengembangan SDM, kesiapsiagaan kemanusiaan, hingga perlindungan data. (KR)

15 / 100 Skor SEO