Kendari – Banyak orang tua yang memprioritaskan sekolah kejuruan dengan satu harapan besar: anak mereka bisa langsung mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Namun, di tengah minimnya industri berskala besar di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mampu menyerap tenaga kerja secara massal, bagaimana sebuah sekolah bisa menjamin masa depan alumninya?
Teka-teki ini berhasil dijawab oleh SMK Negeri 4 Kendari. Tidak tanggung-tanggung, sekolah vokasi ini sukses mengikat kerja sama resmi (Memorandum of Understanding/MoU) dengan 86 mitra industri sekaligus. Langkah berani ini menjadi rahasia utama di balik tingginya angka keterserapan kerja para alumni mereka.
Kepala SMK Negeri 4 Kendari, Dr. Herman, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa kunci utama dari strategi ini adalah keaktifan sekolah dalam menjemput bola dan memantau pergerakan pasar kerja secara riil.
“Kerja sama yang kami bangun dengan 86 mitra industri ini bergerak dua arah. Tidak hanya untuk tempat magang siswa, tetapi sengaja kami optimalkan sampai ke tahap rekrutmen karyawan,” ujar Dr. Herman, S.Pd., M.Pd. saat diwawancarai, Rabu (15/7/2026).
Dr. Herman membeberkan, rahasia efektivitas penyaluran kerja di SMK 4 Kendari terletak pada dua instrumen internal sekolah, yaitu pemanfaatan data tracer study (penelusuran tamatan) dan pergerakan agresif Tim Bursa Kerja Khusus (BKK).
Melalui tracer study, sekolah secara rutin memetakan profil alumni dan mencocokkannya dengan kebutuhan spesifik dari puluhan mitra industri yang ada. Ketika industri memberikan sinyal membutuhkan tenaga kerja baru dalam jumlah kecil, Tim BKK akan langsung bergerak cepat menyodorkan daftar alumni yang dinilai kompeten.
Strategi ini terbukti membuahkan hasil konkret. Berdasarkan data evaluasi tahun 2025 lalu, performa keterserapan lulusan SMK 4 Kendari tercatat sangat kompetitif:
34% Lulusan dipastikan langsung terserap dan aktif bekerja di dunia industri.
32% Lulusan memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
7% Lulusan sukses merintis usaha mandiri atau berwirausaha.
Sisanya merupakan alumni yang sedang dalam masa tunggu transisi kerja.
Keberhasilan SMK 4 Kendari dalam memperluas jejaring DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) ini juga mendapat pengawalan ketat dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Prof. Dr. Aris Badara, S.Pd., M.Hum.

Pihak Dikbud Sultra terus menuntut agar program kerja di tingkat sekolah vokasi memiliki linearitas yang jelas dengan kebijakan strategis pemerintah daerah. Terobosan ini menjadi bagian nyata dalam mendukung program yang dicanangkan oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) H. Andi Sumangerukka, S.E., M.M., demi mempercepat lahirnya SDM daerah yang siap pakai dan unggul secara global.
Tentu saja, jaringan 86 industri tidak akan melirik alumni SMK 4 Kendari jika tidak ditopang oleh kualitas lulusan yang mumpuni. Sekolah ini menerapkan kurikulum adaptif berbasis IT dan industri kreatif yang sangat dinamis mengikuti perkembangan zaman.
Untuk memastikan siswa memiliki hard skill kelas dunia, sekolah melengkapinya dengan fasilitas modern, mulai dari bengkel kriya mandiri hingga studio podcast canggih.
Racikan kurikulum ini terbukti paten, yang mana baru-baru ini tim teknologi SMK 4 Kendari sukses mencetak sejarah baru dengan menembus babak final 3 besar nasional pada bidang lomba Artificial Intelligence (AI) di ajang Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMK 2026.
Dengan kombinasi kurikulum yang dinamis, kemampuan teknologi yang matang, serta proteksi penyaluran dari 86 mitra industri, SMK 4 Kendari membuktikan bahwa lulusan daerah kini tidak lagi sekadar mencari kerja, melainkan langsung dilirik oleh industri.
(San)




Tinggalkan Balasan