Kendari – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Tenggara, Andrian Nursalam, memastikan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sultra 2026 berlangsung ketat dan transparan.
Andrian mengatakan, seluruh tahapan dilakukan sesuai mekanisme nasional mulai dari seleksi administrasi hingga pemeriksaan kesehatan menuju seleksi tingkat pusat.
“Alhamdulillah, mekanismenya sesuai dengan persyaratan tahapan. Jadi dimulai dari pengiriman data utusan dari masing-masing kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara,” kata Andrian saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, dari 17 kabupaten/kota di Sultra, hanya 16 daerah yang mengirimkan perwakilan peserta untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi.
Setelah dinyatakan lolos administrasi, peserta mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Inteligensi Umum (TIU) berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Menurutnya, passing grade TWK ditetapkan sebesar 70 poin. Peserta yang lolos kemudian melanjutkan ke tahapan TIU.
“Untuk TWK passing grade-nya 70. Yang lolos langsung mengikuti seleksi tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Andrian mengungkapkan kualitas peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, beberapa peserta berhasil memperoleh nilai sempurna.

“Tinggi nilai TWK-nya, ada yang 100. TIU-nya juga ada yang 100. Jadi dari segi kualitas, saya kira SDM kita sudah bisa bersaing dengan daerah lain,” ungkapnya.
Usai TWK dan TIU, peserta kembali mengikuti tahapan seleksi lanjutan mulai dari Peraturan Baris Berbaris (PBB), Samapta, Parade, psikologi, wawancara, hingga tes minat dan bakat.
Tak hanya itu, tim seleksi juga melakukan penelusuran rekam jejak media sosial para peserta.
“Handphone mereka dilihat juga aktivitas media sosialnya sebelum masuk psikologi,” katanya.
Dari total 77 peserta, sebanyak 52 peserta dinyatakan lolos hingga tahapan akhir seleksi tingkat provinsi. Rinciannya terdiri atas 32 putra dan 20 putri.
Selanjutnya, dipilih tiga pasang terbaik putra dan putri untuk mengikuti tahapan verifikasi menuju seleksi nasional.
Adapun enam kandidat tersebut yakni untuk putra terdiri dari Almeer Fatih Basalamah dari SMAN 4 Kendari, Laode Reyhan Putra Satria Korwa dari SMAN 2 Baubau, serta Muhammad Faiz Sadik Aljufri dari SMAN 1 Kendari.
Sementara kandidat putri yakni Elsya Vira Sarfian dari SMAN 2 Raha, Paresanda Maharani Ersaputry Sarira dari MAN 1 Kendari, serta Waode Bintang Adisya dari SMAN 1 Kulisusu.
Namun Andrian menegaskan, enam peserta tersebut belum dinyatakan lolos nasional.
Mereka masih harus menjalani tahapan Medical Check-Up (MCU) di Rumah Sakit Bahteramas sebelum hasilnya dikirim ke pusat.
“Hasil MCU mereka dikirim ke Jakarta untuk diverifikasi apakah memenuhi standar nasional atau tidak,” jelasnya.
Jika ada peserta yang tidak memenuhi syarat kesehatan, maka akan digantikan peserta cadangan yang sudah dipersiapkan.
Kesbangpol Sultra juga akan memberikan pembinaan khusus kepada tiga pasang peserta tersebut sebelum menjalani seleksi nasional di Jakarta.
“Mereka akan dibina mulai dari kesiapan fisik, mental, sampai kreativitas dan kemampuan yang akan ditampilkan di sana,” ujarnya.
Andrian menyebut persaingan di tingkat nasional nantinya bukan lagi antarprovinsi, melainkan antarpeserta asal Sultra sendiri.
“Dari tiga pasang ini nanti akan dipilih satu pasang terbaik,” katanya.
Ia juga menegaskan tidak ada lagi alasan meragukan kualitas generasi muda Sultra.
“Apa lagi yang mau diragukan? Putra-putri Sulawesi Tenggara punya kualitas,” tegasnya.
Sementara peserta yang belum lolos ke tingkat nasional nantinya tetap akan bertugas sebagai anggota Paskibraka Provinsi Sulawesi Tenggara pada upacara HUT RI 2026. (red)



Tinggalkan Balasan