Mendengar keributan tersebut, Bripka LAS, yang merupakan keponakan dari istri pelaku dan kebetulan sedang beristirahat di rumah yang sama, segera bangun dan berusaha melerai. Bripka LAS sempat meminta anak pelaku untuk segera keluar dan mengamankan diri.
Namun, upaya damai itu berujung maut. Pelaku J langsung mengalihkan amarahnya kepada Bripka LAS dan menusuk korban menggunakan badik hingga Bripka LAS meninggal dunia di tempat kejadian.
Istri pelaku (H) dan anaknya berhasil keluar rumah dan segera mencari pertolongan warga. Tim Reserse Mobile (Resmob) Polda Sultra yang tiba di lokasi mendapati pelaku J masih memegang senjata tajam (parang) dan sempat melakukan perlawanan.
Tim Resmob kemudian berhasil meredam situasi melalui pendekatan dan negosiasi. Pelaku J akhirnya berhasil diamankan dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut karena kondisi pelaku dipenuhi darah.
Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilakukan oleh Tim Identifikasi Polresta Kendari pada pukul 03.00 WITA. Sekitar pukul 03.40 WITA, jenazah Bripka LAS, yang berdarah Muna, dibawa ke RS Bhayangkara di Jalan Gunung Meluhu.
AKP Gayuh Pambudhi Utomo menambahkan, Bripka LAS berada di Kendari untuk mengawal atlet paralayang binaannya mengikuti pertandingan. (red)



Tinggalkan Balasan