Gubernur mengaku rasa ngeri itu muncul bukan hanya saat mendengarkan, tetapi juga saat melihat langsung data tersebut.

Ia bahkan berulang kali meminta izin kepada tim KPK untuk melompati bagian tersebut demi menjaga kondusivitas suasana.

“Jadi tidak perlu saya bacakan ya, Pak Edi ya? Aduh, saya baca saja ngeri, lebih baik tidak saya bacakan,” tuturnya yang disambut perhatian serius dari para hadirin.

Meski sempat diliputi momen “ngeri”, Gubernur menegaskan bahwa integritas adalah akar dari kemajuan daerah.

Ia mendorong sinergi kuat antara pemerintah daerah, DPRD, dan KPK untuk memastikan Sultra bersih dari praktik lancung.

“Melalui rapat koordinasi ini, saya berharap terbangun kesamaan persepsi dan langkah konkret antara KPK, pemerintah daerah, dan DPRD dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih,” tegas Andi Sumangerukka.

Ia mengingatkan bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa yang merusak kepercayaan publik dan menghambat kualitas pelayanan.

Gubernur juga menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjalankan arahan KPK secara konsisten agar terhindar dari jeratan hukum di masa depan. (red)

66 / 100 Skor SEO