Kendari – Ada momen menarik saat Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Gedung Set. A Kantor DPRD Provinsi Sultra, Rabu (6/5/2026).
Di depan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pria yang akrab disapa ASR ini mengaku “ngeri” saat melihat data terkait agenda rapat tersebut.
Kejadian bermula saat Gubernur tengah memberikan sambutan mengenai komitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih.
Namun, ketika masuk pada bagian pemaparan data strategis, ia mendadak menghentikan bicaranya dan memilih untuk tidak membacakannya secara detail.
“Berdasarkan data yang saya terima… nah ini saya juga tidak akan sebutkan di sini secara detail. Saya serahkan sepenuhnya pada Pak Edi (perwakilan KPK),” ujar Andi Sumangerukka di hadapan anggota DPRD dan kepala perangkat daerah yang hadir.
Gubernur mengaku rasa ngeri itu muncul bukan hanya saat mendengarkan, tetapi juga saat melihat langsung data tersebut.
Ia bahkan berulang kali meminta izin kepada tim KPK untuk melompati bagian tersebut demi menjaga kondusivitas suasana.
“Jadi tidak perlu saya bacakan ya, Pak Edi ya? Aduh, saya baca saja ngeri, lebih baik tidak saya bacakan,” tuturnya yang disambut perhatian serius dari para hadirin.

Meski sempat diliputi momen “ngeri”, Gubernur menegaskan bahwa integritas adalah akar dari kemajuan daerah.
Ia mendorong sinergi kuat antara pemerintah daerah, DPRD, dan KPK untuk memastikan Sultra bersih dari praktik lancung.
“Melalui rapat koordinasi ini, saya berharap terbangun kesamaan persepsi dan langkah konkret antara KPK, pemerintah daerah, dan DPRD dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih,” tegas Andi Sumangerukka.
Ia mengingatkan bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa yang merusak kepercayaan publik dan menghambat kualitas pelayanan.
Gubernur juga menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjalankan arahan KPK secara konsisten agar terhindar dari jeratan hukum di masa depan. (red)





Tinggalkan Balasan