ASR mengatakan dirinya ingin membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara eksekutif dan legislatif, termasuk melalui OPD di lingkup Pemprov Sultra.

“Oleh karena itu, saya ingin agar rekan-rekan legislatif menyadari hal ini. Berikan ruang yang cukup kepada rekan-rekan OPD untuk berkomunikasi baik dengan rekan-rekan,” katanya.

Ia menjelaskan pemerintah daerah saat ini berada dalam posisi yang tidak mudah karena di satu sisi dituntut melakukan efisiensi anggaran, sementara di sisi lain masyarakat meminta berbagai persoalan daerah segera diselesaikan.

“Di lain pihak, kita dituntut untuk melakukan efisiensi. Di satu pihak, tuntutan masyarakat agar penyelesaian permasalahan yang ada di daerah, khususnya di Sultra, harus diselesaikan,” ujarnya.

ASR meyakini komunikasi yang baik antara OPD dan DPRD dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.

“Insyaallah kalau komunikasi ini baik, maka hal-hal yang menjadi masalah yang terjadi bisa diselesaikan,” katanya.

Ia juga menyinggung politik anggaran yang selama ini telah dibahas bersama, namun masih mendapat sorotan masyarakat karena dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan di lapangan.

“Kadang-kadang kita sudah mendudukkan, tapi masyarakat menilai bahkan masalah-masalah yang ada di daerah itu belum terselesaikan dengan baik,” ujar ASR.

Di akhir sambutannya, ASR meminta dukungan dan kerja sama DPRD Sultra agar pemerintah daerah diberi kesempatan menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat di Sulawesi Tenggara.

“Berikan kami kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah itu di bawah. Dan mohon kepada rekan-rekan anggota dewan dukungan dan kerja samanya agar ke depan apa yang menjadi harapan kita bisa kita laksanakan,” pungkasnya. (red)

62 / 100 Skor SEO