WAMENA – Situasi keamanan di Wamena, Papua Pegunungan, menjadi sorotan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kelompok yang mengatasnamakan Komnas TPNPB mengeluarkan pernyataan bernada ancaman dan meminta kegiatan perayaan HUT RI di wilayah tersebut dihentikan.
Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers yang beredar di media sosial pada Minggu (9/8/2026) dan dikaitkan dengan Mayor Ebarowak Gwijangge, yang mengaku sebagai Komandan Batalyon Albu Kodap III Ndugama Derakma. Pernyataan tersebut kemudian diberitakan sejumlah media pada Senin (10/8/2026).
Kelompok tersebut menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan kegiatan HUT RI di Wamena dan meminta masyarakat, termasuk pejabat serta pelajar, tidak mengikuti kegiatan perayaan yang berkaitan dengan peringatan kemerdekaan.
Ancaman tersebut juga disertai peringatan agar aktivitas masyarakat di sejumlah jalur Trans-Wamena dihentikan.
Dalam pernyataannya, Ebarowak mengklaim personel kelompoknya telah berada di sekitar Kota Wamena dan bersiap menghadapi perkembangan situasi menjelang 17 Agustus.
Namun, klaim mengenai keberadaan dan penyebaran personel tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Situasi ini menambah perhatian terhadap kondisi keamanan di kawasan pegunungan Papua, terutama karena Wamena merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan di Papua Pegunungan.
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 di Jayawijaya.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya sebelumnya menjadwalkan festival berlangsung pada 7-10 Agustus 2026, dengan sejumlah kegiatan dipusatkan di Distrik Walesi dan kawasan sekitar pusat pemerintahan Jayawijaya.
Sebelum festival berlangsung, pemerintah daerah telah menyatakan komitmennya untuk menjaga keamanan kegiatan dan wisatawan yang datang ke Wamena.
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere pada Juli lalu mengatakan pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan aparat keamanan agar festival dapat berjalan aman.
Munculnya pernyataan ancaman menjelang HUT RI membuat perkembangan keamanan di Wamena kembali menjadi perhatian.
Sejumlah laporan menyebut aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan di Wamena dan wilayah sekitarnya. Namun, informasi mengenai status operasi keamanan maupun kondisi terkini di lapangan perlu dikonfirmasi kepada aparat berwenang.
Pemerintah dan aparat keamanan juga diharapkan memberikan informasi resmi kepada masyarakat agar warga tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Di tengah situasi tersebut, masyarakat diminta tetap berhati-hati, mengikuti arahan pemerintah daerah dan aparat keamanan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Catatan: Pernyataan kelompok bersenjata dalam artikel ini ditulis sebagai klaim dari sumber yang mengeluarkannya, bukan sebagai fakta yang telah diverifikasi secara independen.
Editor: San



Tinggalkan Balasan