KENDARI – Pengamat politik Sulawesi Tenggara yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo (FISIP UHO), Prof. Dr. H. Eka Suaib, M.Si., mengimbau masyarakat untuk melihat persoalan yang tengah dihadapi oleh Wali Kota Siska secara jernih dan proporsional.
Ia menegaskan pentingnya memisahkan ranah privat seorang pejabat publik dari kapasitasnya dalam memimpin pemerintahan.
Menurut Prof. Eka Suaib, setiap warga negara, termasuk seorang kepala daerah atau wali kota, memiliki ruang privat yang harus dihormati oleh publik. Ruang personal tersebut tidak boleh serta-merta dijadikan alat ukur untuk menjustifikasi kinerja atau kapasitas kepemimpinannya.
“Sepanjang persoalan itu tidak berkaitan dengan penyelewengan hukum seperti kasus korupsi, pelanggaran hukum, atau hal-hal yang dapat memengaruhi kinerja Pemerintah Kota Kendari, maka kita harus jernih melihatnya. Kita tidak bisa menjustifikasi kapasitas kepemimpinannya,” ujar Prof. Eka Suaib saat memberikan tanggapannya kepala Perdetiknews, Senin 8 Juni 2026.
Ia menambahkan, sejauh ini tidak ada fakta-fakta yang menunjukkan bahwa persoalan pribadi tersebut memberikan dampak negatif terhadap pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, baik di bidang pembangunan maupun pelayanan kemasyarakatan.



Tinggalkan Balasan