KENDARI – Suasana hangat menyelimuti Masjid Raya Al-Kautsar, Senin (2/3/2026) petang. Anak-anak berkopiah tampak berbaris rapi, sebagian menggenggam buku kecil menunggu giliran bersalaman.

Di tengah mereka, Andi Sumangerukka tersenyum, menyapa satu per satu dengan penuh keakraban.

Malam itu, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan Safari Ramadan 1447 Hijriah sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

Bukan sekadar agenda seremonial, momen tersebut terasa lebih personal—dipenuhi dialog, doa, dan pesan kebersamaan.

Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka menegaskan Ramadan bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan momentum pembinaan diri untuk membentuk pribadi yang jujur, ikhlas, dan peduli terhadap sesama.

“Puasa melatih kejujuran dan integritas, karena kualitas ibadah hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah SWT. Dari nilai kejujuran itulah lahir tata kelola kehidupan yang bersih dan berorientasi pada pengabdian,” ujarnya di hadapan jamaah.

Baginya, ketakwaan tidak berhenti pada relasi spiritual, tetapi juga tercermin dalam perilaku sosial yang harmonis dan penuh tanggung jawab.

Nilai-nilai Ramadan, kata dia, harus menjelma menjadi etika dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Di sela kegiatan, gubernur juga menyempatkan diri berbincang dengan warga dan anak-anak yang hadir.

Senyum dan tawa kecil mengalir saat ia menandatangani buku dan memberi pesan singkat penuh motivasi.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial. Rasa lapar dan dahaga, menurutnya, hendaknya menumbuhkan empati terhadap masyarakat kurang mampu sekaligus mendorong semangat berbagi.

“Ramadan mengajarkan kita merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara kita yang kekurangan. Dari situlah tumbuh kepedulian,” katanya.

Tak hanya soal kepedulian sosial, Andi Sumangerukka juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman Sulawesi Tenggara.

Kerukunan dan persaudaraan dinilai sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Ia menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sultra untuk terus menghadirkan program-program yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, pemberdayaan masyarakat, serta perlindungan kelompok rentan.

Nilai Ramadan, lanjutnya, harus tercermin dalam kebijakan publik yang adil dan berorientasi pada kemaslahatan.

Menjelang akhir kegiatan, doa bersama dipanjatkan, menyatukan harapan agar bulan suci membawa keberkahan bagi daerah.

“Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah. Semoga Ramadan ini memperkokoh iman kita, mempererat persaudaraan, dan membawa kemajuan bagi Sulawesi Tenggara,” tutupnya.

Safari Ramadan malam itu bukan sekadar kunjungan. Ia menjadi ruang pertemuan antara pemimpin dan rakyat—di bawah cahaya lampu masjid, dalam suasana khusyuk, dengan pesan sederhana namun mendalam menjaga kepedulian dan persatuan adalah kunci membangun daerah. (red)

55 / 100 Skor SEO