KENDARI – Seorang perempuan berinisial AD (20), warga Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), melaporkan seorang oknum anggota Brimob Polda Sultra berinisial Bripda MAD ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sultra atas dugaan tindak kekerasan seksual. Korban mengaku mengalami trauma berat dan menolak segala bentuk upaya perdamaian, serta meminta agar terlapor dijatuhi sanksi tegas hingga pemberhentian dari institusi Polri.
Laporan tersebut telah diproses oleh Bidpropam Polda Sultra. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP2) yang ditandatangani Ps. Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Sultra, AKP Nyoman Gede Arya Triadi Putra, penyelidikan awal menyatakan telah ditemukan bukti permulaan yang cukup terkait dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri.
Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Bripda MAD, yang bertugas sebagai Ba Satbrimob Polda Sultra, diduga melakukan tindakan asusila terhadap pelapor. Perkara selanjutnya akan dilimpahkan ke Subbidwabprof Bidpropam Polda Sultra untuk pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri.
“Sudah dicabuli, Kak. Dari awal kenal sudah berapa kali melecehkan saya hingga saya menjauh,” ujar AD saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2026).
Menurut pengakuan korban, dirinya mengenal Bripda MAD sejak Januari 2026. Selama masa perkenalan, korban mengaku kerap menerima pelecehan verbal maupun fisik serta berulang kali diajak berhubungan badan, namun selalu menolak.



Tinggalkan Balasan