Direktur RSJPD Oputa Yi Koo, dr. Sukirman, Sp.PA, MARS, M.Kes, menegaskan bahwa kesiapan ini merupakan bagian dari visi pengembangan layanan kesehatan yang lebih luas.
“Kami memiliki rencana pengembangan layanan canggih lain, atau adakah rencana untuk meningkatkan kapasitas layanan Cathlab menjadi layanan subspesialis yang lebih kompleks di masa depan,” kata dr. Sukirman.
Saat ini, selain layanan jantung, RSJPD Oputa Yi Koo juga siap melayani berbagai penyakit kompleks lain seperti Bedah Saraf, Penyakit Dalam, Penyakit Urologi, dan layanan Neuro (Saraf) seperti penanganan stroke.
Mengingat Sulawesi Tenggara dikenal sebagai wilayah kepulauan yang luas, dan layanan Cathlab ini berpusat di Kendari, RSJPD Oputa Yi Koo juga memprioritaskan aksesibilitas pasien dari pulau-pulau terpencil.
Untuk memastikan pasien di pulau terpencil dapat mengakses layanan ini secara cepat, RSJPD Oputa Yi Koo berkoordinasi dengan program ‘Layanan Ambulans Darat dan Laut Gratis’ milik pemerintah provinsi.
Langkah ini penting untuk mengatasi hambatan geografis.
“Kami sudah membuat jaringan rujukan dengan RSU yang lain, baik swasta maupun RSUD. Sehingga, bila ada kasus jantung yang membutuhkan tindakan intervensi, maka yang menjadi pusat rujukan utama adalah RSJ Oputa sesuai Permenkes,” jelas dr. Sukirman, mempertegas posisi rumah sakitnya sebagai pusat rujukan utama penanganan intervensi jantung di daerah tersebut.
Dengan terpenuhinya semua persyaratan dan adanya komitmen terhadap peningkatan layanan serta aksesibilitas, kerja sama antara RSJPD Oputa Yi Koo dan BPJS Kesehatan diharapkan segera terealisasi, memberikan jaminan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. (red)



Tinggalkan Balasan