JAKARTA – Pemerintah mempercepat upaya perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Langkah tersebut dilakukan melalui penyaluran masker, penyediaan obat-obatan, serta penguatan layanan rumah oksigen untuk mengantisipasi dampak kabut asap.

Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla bidang kesehatan di Jakarta, Sabtu (17/10), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menekankan pentingnya penanganan darurat yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Sugiono meminta seluruh pihak terkait bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan medis dan logistik masyarakat di wilayah terdampak.

“Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua harus bergerak bersama mengambil langkah cepat dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak Karhutla,” ujar Sugiono.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan percepatan distribusi perlengkapan medis dan penyediaan layanan kesehatan darurat. Upaya tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan dinas kesehatan setempat agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Rapat koordinasi itu diikuti perwakilan dinas kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten/kota dari tujuh wilayah terdampak, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Sejumlah kepala puskesmas serta kepala unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Kesehatan juga turut dilibatkan.

Koordinasi yang dilakukan setiap hari tersebut bertujuan memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat di lapangan. Selain itu, pertemuan ini menjadi sarana untuk memastikan bantuan medis dapat disalurkan secara tepat waktu dan sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Menkes Budi menegaskan bahwa pemenuhan logistik kesehatan di kawasan yang terdampak asap tebal tidak boleh mengalami keterlambatan. Ia juga meminta pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan langkah penanganan tersebut.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah pengiriman tambahan 500 ribu masker untuk setiap provinsi terdampak. Bantuan tersebut akan dilengkapi dengan alat konsentrator oksigen atau oxygen concentrator (OC), serta pasokan obat-obatan yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

“Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare,” tegas Budi.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia). Untuk memastikan mereka tetap memperoleh pelayanan kesehatan, Kemenkes bekerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan tenaga kesehatan setempat menyiapkan layanan Posyandu dari rumah ke rumah.

Melalui layanan tersebut, kelompok rentan diharapkan tetap mendapatkan pemeriksaan dan pendampingan kesehatan meskipun masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi asap masih mengganggu.

Selain melindungi warga, Budi turut meminta tenaga kesehatan memberikan pertolongan medis kepada petugas pemadam kebakaran yang membutuhkan penanganan kesehatan saat bertugas di lapangan.

Untuk memperkuat penanganan di daerah, Kementerian Kesehatan kembali mengerahkan tim Pusat Krisis Kesehatan (Puskris). Tim tersebut bertugas memantau penyaluran bantuan, memastikan operasional rumah oksigen berjalan, serta mengidentifikasi kebutuhan kesehatan masyarakat di lokasi terdampak.

Petugas juga melakukan pemantauan langsung untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi warga dan kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap penanganan dampak kesehatan akibat karhutla dapat berlangsung lebih cepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
50 / 100 Skor SEO