KENDARI, PERDETIKNEWS.COM – Upaya menemukan kasus tuberkulosis (TBC) sejak dini terus dilakukan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kali ini, Dinas Kesehatan Kota Kendari bersama jajaran Puskesmas Poasia menggelar pelacakan atau tracing TBC di Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Lurah Rahandouna pada 8 Oktober 2026 tersebut menyasar 100 orang untuk menjalani pemeriksaan dahak atau sputum. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan eliminasi TBC di Kota Kendari.
Pelaksanaan tracing tersebut menjadi kegiatan kelima setelah sebelumnya dilakukan di Kelurahan Anduonohu dan Wundumbatu sejak Juli hingga September 2026.
Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan Kota Kendari, Klaster 4 Penanggulangan Penyakit Menular, serta dokter BLUD UPTD Puskesmas Poasia.
Sasaran pemeriksaan meliputi anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TBC, orang yang memiliki kontak erat, warga yang mengalami gejala TBC, serta kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia. Masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Rahandouna juga menjadi sasaran kegiatan tersebut.
Pemeriksaan dahak tidak dilakukan kembali terhadap warga yang sudah menjalani pemeriksaan dalam kegiatan tracing sebelumnya pada Juli hingga September 2026.
Pelacakan kontak menjadi salah satu langkah penting untuk membantu menemukan kasus TBC lebih awal. Dengan pemeriksaan yang tepat, masyarakat yang membutuhkan penanganan dapat segera diarahkan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hj. Hasria, SKM., M.AP., melalui jajaran bidang terkait terus menjadi bagian dari upaya penguatan penanggulangan penyakit menular di wilayah tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari yang dipimpin Ellfi serta jajaran Puskesmas Poasia di bawah pimpinan Asmawati.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemeriksaan dini, terutama bagi mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC atau mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.
Warga juga diimbau tidak takut ataupun malu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. TBC dapat disembuhkan apabila ditemukan lebih awal dan pasien menjalani pengobatan secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Upaya mengendalikan TBC tidak hanya bergantung pada pemeriksaan oleh petugas kesehatan. Dukungan keluarga, keterlibatan masyarakat, serta kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan juga menjadi bagian penting untuk menekan penularan.
Dinas Kesehatan Kota Kendari mendorong masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya eliminasi TBC demi mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan masyarakat yang produktif.
Editor: Ixan



Tinggalkan Balasan