Ia mengimbau masyarakat untuk membentengi keluarga dari berbagai penyakit masyarakat, khususnya penyalahgunaan narkotika dan minuman keras (miras) yang kerap menjadi pemicu timbulnya tindak kejahatan, baik antar-individu maupun antar-kelompok.
Selain itu, Brigjen Pol Budi mengaitkan potensi gangguan keamanan dengan maraknya penyebaran informasi bohong (hoax) dan judi online. Warga diminta untuk cerdas dalam bermedia sosial dan tidak FOMO untuk membagikan informasi sebelum memverifikasi kebenarannya.
“Berita hoaks sangat berbahaya karena dapat memecah belah kerukunan. Begitu pula dengan judi online yang dampaknya sangat merusak, baik bagi masyarakat umum maupun aparat penegak hukum. Mari kita bersama-sama saling mengajak kepada kebaikan dan menjauhi segala bentuk keburukan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakapolda Sultra juga membuka sesi dialog langsung untuk mendengarkan keluhan, kritik, saran, serta persoalan keamanan yang dihadapi warga sekitar.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan humanis ini, jajaran Polda Sultra menyerahkan bingkisan tali asih kepada pengurus Masjid Al-Jaariyah.



Tinggalkan Balasan