KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menunjukkan keseriusan dalam mengawal pembangunan daerah. Memasuki triwulan ketiga tahun anggaran 2026, Pemprov Sultra secara progresif memacu realisasi pembangunan infrastruktur sebagai wujud nyata pelayanan prima kepada masyarakat.

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa akselerasi pembangunan jalan bukan sekadar pemenuhan target administratif, melainkan strategi kunci dalam mendongkrak ekonomi mikro. Langkah taktis ini diambil untuk memastikan konektivitas antarwilayah terjaga, yang pada akhirnya akan memangkas ongkos distribusi logistik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para pelaku usaha kecil dan nelayan.

“Kalau jalan itu diperbaiki, transportasi ekonomi akan lancar. Kita ingin memastikan hasil jerih payah masyarakat, seperti komoditas perikanan, sampai ke tangan konsumen dalam kondisi prima sehingga nilai ekonominya tetap tinggi,” ujar Gubernur yang akrab disapa ASR ini saat memberikan arahan dalam Apel Gabungan di Kantor Gubernur Sultra.

Percepatan pembangunan yang dicanangkan ASR juga menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan disiplin anggaran. Dengan mempercepat proses tender dan eksekusi kontrak, Pemprov Sultra optimis dapat menekan angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA). Upaya ini merupakan komitmen pemerintah agar dana APBD dapat terserap optimal untuk kepentingan rakyat, tidak lagi tertahan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Sekarang sudah masuk triwulan ketiga. Seharusnya kontrak-kontrak itu sudah harus selesai. Pekerjaan jalan itu tidak terlalu lama, dalam 3 hingga 4 bulan ke depan kita targetkan sudah rampung,” tegas ASR memberikan instruksi kepada jajarannya.

Sebagai tindak lanjut dari arahan Gubernur, Biro Pengadaan Barang dan Jasa bersama Dinas terkait telah merilis daftar paket pekerjaan strategis yang kini memasuki tahap pengumuman pascakualifikasi dengan metode tender satu file harga terendah sistem gugur. Berikut rincian paket tersebut:

  • Peningkatan Jalan Motaha – Alangga: Dengan nilai pagu Rp 13.081.228.150,00 dan HPS Rp 13.080.543.000,00, diikuti oleh 28 peserta.

  • Peningkatan Jalan Punggaluku – Ambesea: Dengan nilai pagu Rp 9.291.900.000,00 dan HPS Rp 9.291.762.000,00, diikuti oleh 35 peserta.

  • Peningkatan Jalan Sp.3 Konda – Bandara Haluoleo: Dengan nilai pagu Rp 2.500.000.000,00 dan HPS Rp 2.499.693.000,00, diikuti oleh 30 peserta.

  • Peningkatan Jalan Motaha – Alangga (DBH Sawit): Dengan nilai pagu Rp 2.002.261.000,00 dan HPS Rp 1.714.469.000,00, diikuti oleh 33 peserta.

  • Pemeliharaan Parkiran MTQ (Lanjutan): Merupakan tender ulang dengan nilai pagu Rp 1.920.646.728,00 dan HPS Rp 1.920.418.000,00, diikuti oleh 29 peserta. Tender ini diulang karena pada proses sebelumnya tidak terdapat peserta yang lulus evaluasi penawaran.

13 / 100 Skor SEO