Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh jajarannya, terutama para kepala dinas di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra. Pria yang akrab disapa ASR ini mengaku tidak akan mentolerir pejabat yang kedapatan memotong anggaran kegiatan.

Ketegasan itu disampaikan langsung oleh Andi Sumangerukka saat memimpin Apel Gabungan di Halaman Apel Kantor Gubernur Sultra. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima laporan langsung melalui pesan singkat WhatsApp (WA) mengenai adanya oknum kepala dinas yang masih mempraktikkan aksi “potong-potong” anggaran tersebut.

“Saya baca-baca itu ada yang WA sama saya, ‘Pak, nah ini kepala dinas ini. Ini ada yang potong-potong.’ Saya baca itu. Jangan dikira saya tidak baca, saya baca itu,” tegas Andi Sumangerukka di hadapan ratusan aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti apel.

ASR menambahkan, laporan yang masuk ke gawai pribadinya itu cukup mendetail, termasuk adanya praktik pemotongan di berbagai sektor anggaran dengan dalih pemenuhan kebutuhan tertentu. Ia pun berjanji akan menelusuri informasi tersebut dan mencari siapa saja kepala dinas yang terlibat dalam lingkaran praktik culas ini.

“Masih ada yang potong-potong, katanya potong sana potong sini untuk kebutuhan sana kebutuhan sini. Nah, saya baca itu. Ya, saya nanti akan ketemukan ini siapa yang senang begini,” cetusnya.

Mantan Pangdam XIV/Hasanuddin ini menekankan, para pejabat yang bermental korup dan hanya berorientasi pada keuntungan pribadi tidak akan pernah memiliki integritas dalam bekerja. Pengawasan ketat akan terus ia lakukan, termasuk melakukan skrining atau tes performa untuk melihat loyalitas dan kejujuran para kepala dinasnya.

“Orang-orang yang tadi yang senang dengan cara-cara (lama) seperti itu, nah dia akan bermasalah dengan waktu eksisnya. Saya tes, begitu saya tes, oh saya tahu ini,” pungkasnya memberikan warning terakhir. (red)

21 / 100 Skor SEO