Muna – Seorang nasabah Bank BRI Cabang Raha berinisial LQH (31) meradang setelah mengetahui dana pribadinya sebesar Rp 300 juta diduga dicairkan tanpa melalui prosedur resmi. Kasus ini pun telah bergulir ke ranah hukum di Polres Muna.

Peristiwa ini bermula saat LQH mengambil kredit sebesar Rp 400 juta pada September 2023 untuk keperluan membeli rumah. Namun, kejutan pahit datang saat ia mencetak buku rekening baru di Kendari pada Februari 2024.

“Saya terkejut saat mengetahui saldo rekening saya hanya tersisa Rp 50 ribu, padahal sebelumnya masih ada sisa dana sekitar Rp 300 juta. Saya tidak pernah melakukan penarikan dalam jumlah besar,” ungkap LQH kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).

Setelah ditelusuri melalui rekening koran di Agustus 2025, ditemukan tiga transaksi penarikan jumbo yang terjadi sepanjang tahun 2023. Kejanggalan semakin kuat saat pihak bank enggan memberikan rekaman CCTV dengan alasan data telah terhapus.

LQH menduga kuat dana tersebut dicairkan oleh istrinya sendiri berinisial WWR, yang kebetulan bekerja di BRI Cabang Raha. Mirisnya, penarikan disebut-sebut dilakukan hanya menggunakan fotokopi KTP lama tanpa surat kuasa dari pemilik rekening.