Lebih lanjut, Sudirman menjelaskan bahwa tujuan utama dari peralihan pengelolaan ini adalah untuk meningkatkan efektivitas manajemen pasar. Dengan nahkoda baru di bawah Perumda, diharapkan pasar-pasar tradisional di Kendari tidak hanya tampil lebih tertata secara fisik, namun juga memiliki manajemen yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan pedagang serta konsumen.

“Setelah proses ini selesai, kami harap pengelolaan bisa lebih baik dan profesional,” imbuhnya.

Gayung bersambut, Direktur Perumda Pasar Kota Kendari, Saifudin, menyambut baik kepercayaan yang diberikan Pemkot. Ia memastikan bahwa jajarannya telah siap siaga untuk mengambil alih pengelolaan keempat pasar tersebut.

Saifudin juga membeberkan kondisi terkini pasar-pasar yang berada di bawah naungan Perumda. Dari total tujuh pasar, baru empat yang aktif beroperasi, yakni empat pasar yang akan diserahkan ditambah Pasar Baruga, Pasar Lapulu, dan Pasar Anduonohu. Sementara tiga pasar lainnya – Pasar Purirano, Pasar Nambo, dan Pasar Punggolaka – masih belum beroperasi karena berbagai kendala.

Kendati demikian, Saifudin memberikan kabar gembira terkait kinerja keuangan Perumda Pasar. Sepanjang tahun 2024, perusahaan pelat merah ini berhasil meraup pendapatan total sebesar Rp 4 miliar.

Hebatnya, lebih dari separuh pendapatan tersebut, yakni 51 persen, telah disetorkan kembali ke kas Pemerintah Daerah. Hal ini tentu menjadi modal positif bagi Perumda untuk mengembangkan pasar-pasar tradisional di Kendari ke arah yang lebih baik.

Dengan target penyerahan yang semakin dekat, masyarakat dan pedagang pasar di Kendari tentu menaruh harapan besar agar pengelolaan pasar di bawah Perumda Pasar Kota Kendari dapat membawa perubahan signifikan ke arah yang lebih tertib, bersih, dan memberikan kenyamanan bagi semua pihak. Kita tunggu saja gebrakan selanjutnya!. (red)

61 / 100 Skor SEO