BOMBANA – Persoalan selisih pengajuan klaim pelayanan kesehatan di RSUD Bombana senilai Rp8,63 miliar menjadi sorotan publik. Pemuda Daerah Bombana, Setiawan D, mendesak Direktur RSUD Bombana dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bombana memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait temuan tersebut.

Menurut Setiawan, nilai selisih klaim yang mencapai miliaran rupiah tidak dapat dipandang sebagai persoalan administratif biasa. Sebab, dana yang dikelola berasal dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menggunakan uang publik.

“Ini bukan angka yang kecil. Ketika muncul persoalan dengan nilai mencapai Rp8,63 miliar, masyarakat tentu bertanya-tanya bagaimana hal itu bisa terjadi. Publik tidak membutuhkan spekulasi, tetapi membutuhkan penjelasan yang jujur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Setiawan, Selasa (28/7/2026).

Ia mengacu pada dokumen hasil pemeriksaan yang mencatat sepanjang 2024 terdapat 44.549 pengajuan klaim pelayanan kesehatan dengan nilai Rp75.299.469.420.

Dari jumlah tersebut, 20.459 klaim tercatat memiliki selisih pengajuan senilai Rp8.630.351.736 yang dalam dokumen pemeriksaan disebut sebagai terindikasi overclaim.