Risky menyebut pelaku membawa sejumlah barang kebutuhan warung, seperti beras, tomat, tempe, sayuran, sabun, serta beberapa barang lainnya. Akibat kejadian tersebut, pemilik warung mengalami kerugian sekitar Rp1 juta.
Ia mengungkapkan aksi pencurian baru diketahui saat ayahnya hendak membuka warung pada siang hari. Saat itu, ayahnya mendapati listrik di lokasi dalam kondisi padam sehingga memeriksa rekaman CCTV.
“Bapak saya baru sadar siang hari. Dia kaget karena listrik di warung mati. Pas kami cek CCTV ternyata ada maling masuk dan dia tidak pakai baju, cuma pakai kolor,” ungkapnya.
Menurut Risky, rekaman CCTV yang beredar hanya berdurasi singkat karena pelaku diduga mematikan meteran listrik setelah masuk ke dalam warung. Hal tersebut membuat kamera pengawas berhenti merekam.
“Nah kenapa videonya pendek, karena maling itu pintar. Dia matikan meteran listrik, jadi CCTV tidak merekam lagi,” jelasnya.
Risky menambahkan, aksi pencurian tersebut bukan kali pertama terjadi di warung milik keluarganya. Ia menyebut lokasi usaha mereka telah empat kali menjadi sasaran pencurian.
sumber: kendari.info



Tinggalkan Balasan