Kebijakan ini diambil agar target seluruh bangunan sekolah yang tidak layak di Indonesia dapat tertangani sepenuhnya secara bertahap hingga tahun 2029.

“Sulawesi Tenggara tentu menjadi bagian dari program tersebut. Kita ingin memastikan sarana dan prasarana di sini benar-benar layak,” tambah Mu’ti.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), menyambut atensi positif besar dari Kepala Negara. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sultra telah menyiapkan langkah cepat dengan mengalokasikan sebanyak 1.374 gedung sekolah untuk direvitalisasi pada tahun 2026.

Jumlah usulan ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencakup 348 gedung sekolah.

“Kami berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan di Sultra. Selain gedung, sebanyak 4.081 satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD hingga SMA juga akan menerima papan interaktif digital,” jelas Andi Sumangerukka.

Perhatian Presiden Prabowo di Sultra tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik gedung sekolah. Program ini juga disinergikan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan, terlambat memperkuat sekolah-sekolah kejuruan (SMK) di bidang pertanian, peternakan, dan kelautan agar mampu memasok hingga 70 persen bahan baku kebutuhan makan gratis tersebut di Sultra.

“Inilah bentuk sinergi kita. Pendidikan kita tingkatkan kualitasnya, sementara sekolah kejuruan kita diberdayakan untuk mendukung program strategi nasional Presiden,” pungkas ASR. (red)

11 / 100 Skor SEO