DUBAI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia dan Virtual Assets Regulatory Authority (VARA) Dubai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kerja sama pengawasan di bidang aset digital. Langkah ini dinilai krusial mengingat sifat aset digital yang borderless (tanpa batas).
Penandatanganan yang dilakukan di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 13 November 2025, menyatukan dua pasar yang dinamis: Indonesia sebagai salah satu pasar ritel aset digital terbesar di dunia, dan Dubai sebagai pusat global bagi penyedia layanan aset virtual (VASPs).
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Hasan Fawzi, menekankan bahwa VARA memiliki mandat yang sejalan dengan fungsi Bidang IAKD OJK.
- Prof Gema Goeyardi Ungkap Dugaan Dana Makar Rp50 Triliun di Balik Penyadapan Presiden Prabowo
- Pernah Tangani Kasus Penghina Jokowi, Ini Rekam Jejak Irjen Himawan Bayu Aji dari Dirtipidsiber Bareskrim hingga Kapolda Sultra
- PT ANI, PT AMI hingga PT AMID Masuk Penyidikan, Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi Nikel Sultra
“Kesamaan mandat ini menjadi dasar kuat bagi terjalinnya kolaborasi yang bermakna antara kedua otoritas. Mengingat sifat aset digital yang bersifat global dan tanpa batas, kerja sama lintas yurisdiksi antarotoritas pengawas menjadi sangat penting,” ujar Hasan Fawzi.
MoU ini mencakup berbagai bidang kerja sama, meliputi pertukaran informasi, pengembangan kapasitas, diskusi kebijakan, pengawasan lintas batas, hingga bantuan investigasi dan teknis.



Tinggalkan Balasan