“Ini bahaya lho Pak, antara sungai sama pemukiman sudah menyatu karena tanggulnya jebol ya? Harusnya kalau tidak jebol tidak apa-apa,” ujar Ny. Arinta saat meninjau titik luapan di lokasi.
Mendengar laporan adanya sekitar 150 KK yang mengungsi, Ny. Arinta mengingatkan warga dan petugas medis untuk mewaspadai ancaman penyakit yang muncul akibat lingkungan yang kotor.
“Harus waspada, ini kan pasti nanti gatal-gatal, batuk pilek, segala macam. Jadi harus sudah dipersiapkan semuanya,” tuturnya mengingatkan petugas di posko kesehatan.
Menariknya, Ny. Arinta tidak hanya fokus pada bantuan pangan. Ia secara spontan menawarkan bantuan alat-alat kebersihan agar warga bisa segera memulihkan kondisi rumah begitu air surut.
“Kalau perlu alat kebersihan, bilang sama PKK. Kita butuh bantuan alat kebersihan apa, nanti sebentar diantar sapu, pel, apalah gitu ya. Tinggal disampaikan saja ke saya, Pak,” tegas Ny. Arinta kepada koordinator lapangan.
Di sela-sela kunjungannya, ia juga menyempatkan diri menyambangi Dapur Umum Dinas Sosial dan memberikan apresiasi kepada para relawan serta aparat yang bertugas.
Ia memastikan bahwa PKK akan terus mengawal kebutuhan warga, terutama kelompok rentan seperti bayi dan balita.
“Terima kasih buat bapak-bapak yang sudah bekerja keras membantu pengungsi dan tim dapur umum. Kita bersama-sama berdoa semoga banjir cepat surut dan masyarakat bisa beraktivitas kembali sambil membersihkan rumahnya,” tutupnya.
Hingga saat ini, bantuan logistik dari TP-PKK Sultra berupa susu formula, popok, selimut, hingga makanan siap saji telah didistribusikan ke titik-titik pengungsian di wilayah Baruga untuk meringankan beban 685 jiwa yang terdampak.
(detik/)



Tinggalkan Balasan