“Semua biaya penanganan medis akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan yang kami berikan merupakan bukti negara hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh pekerja, termasuk pembalap, official dan panitia,” ujarnya.
Menurut Luky, kunjungan tersebut juga dilakukan untuk memastikan layanan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) berjalan cepat dan optimal bagi peserta yang membutuhkan penanganan medis.
Ia menambahkan, pembalap, official maupun panitia penyelenggara memiliki risiko tinggi mengalami kecelakaan saat bertugas, sehingga perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi hal yang penting.
- Ketua Serikat Buruh Kolaka Berty Layuk Bongkar K3 IPIP Pomalaa, Dugaan Pemotongan Upah untuk APD Disorot
- Pernah Tangani Kasus Penghina Jokowi, Ini Rekam Jejak Irjen Himawan Bayu Aji dari Dirtipidsiber Bareskrim hingga Kapolda Sultra
- Yusran Akbar: Anggaran 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Konawe
“Semoga para korban dapat lekas pulih kembali dan diberikan kesehatan,” tuturnya.
Sementara itu, Kabid Organisasi Ikatan Motor Indonesia (IMI), Muh Ali Rezki, mengapresiasi respons cepat BPJS Ketenagakerjaan dalam menangani peserta yang mengalami insiden saat perlombaan.
“Terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra yang telah bergerak cepat dalam penanganan peserta dalam insiden ini,” ujar Ali Rezki.
(san/detik)



Tinggalkan Balasan