Di sisi penyaluran kredit, Bank Sultra mencatat pertumbuhan sebesar 4,20 persen menjadi Rp9,22 triliun, dengan kualitas kredit yang tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) turun dari 0,94 persen menjadi 0,91 persen, sementara NPL net membaik menjadi 0,17 persen.
Likuiditas dan Permodalan yang Kuat
Bank Sultra juga menunjukkan likuiditas yang solid, dengan loan to deposit ratio (LDR) berada di angka 92,34 persen, sedikit di atas rentang ideal industri perbankan sebesar 80-90 persen. Dari sisi permodalan, modal inti bank meningkat 16,08 persen menjadi Rp1,89 triliun, sementara rasio kecukupan modal (CAR) naik dari 31,57 persen menjadi 34,37 persen.
Profitabilitas Maksimal
Indikator keuangan lainnya juga mencerminkan kinerja unggul Bank Sultra. Return on assets (ROA) tercatat sebesar 4,65 persen, sementara return on equity (ROE) mencapai 23,3 persen. Kedua angka ini menunjukkan kemampuan bank dalam mengoptimalkan aset dan ekuitas untuk menghasilkan laba.
Dengan kinerja yang solid di berbagai aspek, Bank Sultra tidak hanya membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi tantangan ekonomi, tetapi juga konsistensi dalam memberikan nilai tambah bagi nasabah dan pemangku kepentingan. “Kami akan terus berinovasi untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” tutup Abdul Latif.



Tinggalkan Balasan