KENDARI,  — Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) kembali mencatatkan kinerja keuangan yang gemilang hingga kuartal ketiga tahun 2024. Laba bersih bank yang dipimpin oleh Abdul Latif sebagai Direktur Utama ini melonjak signifikan sebesar 23,80 persen, dari Rp263,48 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp326,19 miliar.

Efisiensi Operasional Kunci Keberhasilan
Lonjakan laba ini didukung oleh strategi efisiensi operasional yang sukses diterapkan Bank Sultra. Beban operasional lainnya berhasil ditekan hingga 38,52 persen, dari Rp368,68 miliar menjadi Rp226,67 miliar. Penurunan ini menunjukkan kemampuan Bank Sultra dalam mengelola pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas layanan.

“Keberhasilan ini mencerminkan komitmen kami dalam menjaga efisiensi sekaligus mendukung profitabilitas bank,” ujar Abdul Latif dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/10).

Meskipun pendapatan bunga bersih mengalami penurunan sebesar 11,11 persen dari Rp736,12 miliar menjadi Rp654,33 miliar akibat dinamika suku bunga, efisiensi operasional berhasil menjaga stabilitas laba Bank Sultra. Hal ini tercermin dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang turun dari 62,94 persen menjadi 59,11 persen, berada dalam rentang ideal perbankan.

Aset dan DPK Tumbuh Positif
Kinerja positif juga terlihat dari kenaikan aset Bank Sultra sebesar 0,72 persen menjadi Rp12,69 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 3,29 persen menjadi Rp9,98 triliun, didorong oleh lonjakan deposito hingga 32,79 persen.