KENDARI, PERDETIK – Sejumlah keluarga pasien di RSUD Kota Kendari mengeluhkan rusaknya lift rumah sakit, yang menyebabkan pasien harus digendong manual menuju lantai dua.

Situasi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga potensi risiko bagi keselamatan pasien.

Keluhan ini muncul setelah pasien, terutama mereka dengan keterbatasan mobilitas atau kondisi kesehatan rentan, tidak bisa menggunakan lift yang sudah lama tidak berfungsi.

“Kasihan, sudah lima pasien baru hari ini digendong semua,” ujar salah seorang keluarga pasien yang terdengar mengeluh.

“Keluarga pasien sampai ngos-ngosan menggendong.” Menurut mereka, kerusakan lift ini baru terjadi kemarin.

Akibatnya, mereka terpaksa harus digendong oleh anggota keluarga atau petugas medis, yang tentu saja berisiko menimbulkan cedera, baik bagi pasien maupun penggendong.

Kerusakan lift, meskipun baru terjadi, tetap menunjukkan adanya dugaan kurangnya perhatian terhadap pemeliharaan infrastruktur di RSUD Kota Kendari.

Padahal, fasilitas vital seperti lift seharusnya selalu dalam kondisi prima untuk menunjang pelayanan kesehatan yang optimal dan aman bagi pasien.

Menanggapi keluhan ini, Kepala RSUD Kota Kendari dr. H. Juriadi Paddo, M.Kes, saat dikonfirmasi, mengatakan pihaknya segera memperbaiki lift tersebut. “Ini masih kami cari teknisi untuk itu,” jelas dr. Juriadi kepada Perdetik, Minggu 20 Juli 2025.

Ia juga menambahkan bahwa penambahan ruangan di lantai atas merupakan langkah alternatif untuk mengatasi membludaknya pasien di Unit Gawat Darurat (UGD).

Namun, hal ini secara tidak langsung memperparah masalah aksesibilitas akibat lift yang rusak.

Perbaikan lift yang rusak harus menjadi prioritas utama. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemeliharaan dan perawatan seluruh infrastruktur rumah sakit juga sangat diperlukan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

“Keselamatan dan kenyamanan pasien harus menjadi prioritas utama,” tegas salah satu keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya. “Jangan sampai karena fasilitas rusak, pasien jadi korban.”

Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi manajemen RSUD Kota Kendari dan fasilitas kesehatan lainnya agar lebih transparan dan proaktif dalam merawat infrastruktur, serta mengkomunikasikan setiap kendala yang ada kepada masyarakat. (Red)

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
65 / 100 Skor SEO