MOROWALI — Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke Desa Matarape, Kamis (8/10/2026), untuk berdialog dengan masyarakat sekaligus melihat lokasi kejadian yang terjadi pada 2 Oktober lalu.
Dari hasil dialog tersebut, pemerintah bersama Forkopimda sepakat menutup sementara aktivitas PT Askon hingga proses hukum dan evaluasi terkait legalitas perusahaan memiliki kejelasan.
“Hari ini, 8 Oktober, saya bersama Forkopimda Kabupaten Morowali turun langsung ke Desa Matarape untuk berdialog dengan masyarakat dan melihat langsung lokasi kejadian,” kata Iksan.
Menurutnya, pemerintah mendengar berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat sebelum mengambil keputusan terkait aktivitas PT Askon.
“Setelah mendengar berbagai persoalan dari masyarakat, kami sepakat untuk menutup sementara aktivitas PT Askon sampai proses hukum dan evaluasi terkait legalitasnya memiliki kejelasan,” ujarnya.
Iksan juga menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban dalam kejadian tersebut.
“Kami juga menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban dalam kejadian tersebut. Semoga proses hukum dapat berjalan dengan baik dan situasi di Matarape tetap aman serta kondusif,” katanya.
Sebelumnya, Iksan menyebut empat korban berasal dari keluarga di Desa Matarape, sementara satu korban lainnya berasal dari desa sekitar.
Terkait keberadaan tenaga kerja asing (TKA) yang berada di lokasi saat kejadian, Iksan mengatakan yang bersangkutan telah diamankan ke Polda Sulawesi Tengah.
Pemerintah Kabupaten Morowali kini menunggu perkembangan proses hukum sekaligus melakukan evaluasi terhadap aspek legalitas PT Askon sebelum menentukan langkah selanjutnya. (RED)



Tinggalkan Balasan