Morowali – Aksi damai Aliansi Masyarakat Matarape di area PT ASKON, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, berujung mencekam. Puluhan orang yang disebut warga sebagai Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China diduga mendatangi lokasi aksi dan melakukan penyerangan.
Aksi tersebut berlangsung pada Jumat (2/10/2026). Massa sebelumnya menyampaikan sejumlah tuntutan terkait dampak lingkungan yang diduga ditimbulkan aktivitas perusahaan, salah satunya debu dari kegiatan hauling yang disebut masuk ke permukiman warga dan berdampak terhadap lahan masyarakat.
Salah seorang warga yang berada di lokasi mengatakan aksi telah berlangsung sejak sekitar pukul 09.00 Wita. Setelah menyampaikan tuntutan, massa kemudian beristirahat di sekitar lokasi.
“Kami lagi aksi. Mungkin mulai sekitar jam 9 pagi. Kami turun untuk menyampaikan tuntutan. Setelah itu aksi kami sudah selesai dan kami istirahat, di situ terjadinya,” kata warga tersebut kepada media ini.
Menurutnya, situasi kemudian berubah setelah sejumlah orang yang disebutnya sebagai TKA asal China datang ke lokasi.
“Tidak lama datang orang China. Kami masih puluhan orang di situ. Setelah itu mereka datang, kemudian kami melihat mereka menggunakan alat dan mulai melakukan tindakan penyerangan, termasuk terhadap kendaraan yang parkir dirusak,” ujarnya.
Warga tersebut mengaku melihat sejumlah orang membawa benda yang disebutnya sebagai pentungan besi.
“Kami melihat mereka membawa pentungan besi dan mengusir kami. Padahal kami datang untuk menyampaikan tuntutan masyarakat dan aksi awalnya berjalan damai,” katanya.
Selain dugaan penggunaan pentungan, warga juga menyebut alat berat jenis ekskavator yang berada di sekitar lokasi diduga digunakan dalam aksi perusakan.
Dua kendaraan milik warga yang masih berada di lokasi disebut mengalami kerusakan. Kendaraan tersebut masing-masing satu unit mobil pikap dan Mitsubishi Pajero.
“Setelah itu kami memilih mundur. Kami tidak mau terjadi hal-hal yang lebih besar. Tapi kendaraan warga yang masih berada di lokasi kemudian rusak,” ungkapnya.
Dalam kejadian tersebut, dua warga juga dilaporkan mengalami luka. Massa kemudian memilih meninggalkan lokasi untuk mencegah bentrokan semakin meluas.
Warga menegaskan aksi tersebut dilakukan untuk meminta kejelasan dan tanggung jawab perusahaan atas persoalan lingkungan yang mereka keluhkan.
“Kami datang untuk menyampaikan tuntutan masyarakat. Kami ingin persoalan lingkungan ini diperhatikan dan ada tanggung jawab dari perusahaan,” tuturnya.
Warga kemudian meminta aparat penegak hukum mengusut kejadian tersebut secara objektif. Mereka meminta dugaan keterlibatan puluhan TKA, dugaan penggunaan benda yang disebut sebagai pentungan, penggunaan alat berat, kerusakan kendaraan, hingga warga yang mengalami luka diperiksa berdasarkan fakta dan bukti di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT ASKON belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan penyerangan tersebut.
Redaksi juga masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak kepolisian terkait laporan atau penanganan atas kejadian tersebut.
Warga berharap persoalan tidak berlanjut menjadi konflik terbuka dan dapat diselesaikan melalui proses hukum serta dialog antara masyarakat dan perusahaan.
Tags: Morowali, PT ASKON, TKA China



Tinggalkan Balasan