SOROPIA – Rencana pembangunan jeti khusus nikel di pesisir Kecamatan Soropia, Konawe, Sulawesi Tenggara, kini menjadi sorotan utama. Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Lalonggasumeeto (HIPPMALA) dengan lantang menyuarakan penolakan keras terhadap proyek yang dinilai berpotensi besar merusak ekosistem laut dan sosial masyarakat setempat.

Ketua Umum HIPPMALA, Firmansyah, menegaskan bahwa pembangunan jeti nikel, yang diumumkan Bupati Konawe dalam Musrenbang Kabupaten (10/4), adalah langkah yang keliru dan mengabaikan dampak jangka panjang. Alih-alih menjadi solusi, jeti nikel justru dipandang sebagai ancaman serius bagi kelestarian lingkungan pesisir Soropia.

“Pembangunan jeti nikel ini jelas akan membawa dampak buruk bagi ekosistem pesisir. Ruang hidup masyarakat terancam, krisis lingkungan akan semakin parah, dan mata pencaharian nelayan serta potensi wisata yang menjadi andalan ekonomi masyarakat akan dirugikan,” ujar Firmansyah dengan nada tegas.

HIPPMALA menilai, potensi Soropia dan sekitarnya justru terletak pada kekayaan alam bahari dan kearifan lokal. Sektor perikanan dan pariwisata yang berkelanjutan, menurut mereka, adalah masa depan yang lebih menjanjikan bagi Konawe. Mereka mencontohkan potensi wisata seperti Permandian Bintang Samudera dan Pantai Toronipa, serta produktivitas perikanan masyarakat Bajo.

“Bupati seharusnya fokus memaksimalkan potensi perikanan dan pariwisata Soropia melalui investasi hilirisasi yang mendukung sektor-sektor ini, bukan malah memaksakan proyek jeti nikel yang jelas merusak,” kritik Firmansyah.

Kebutuhan perikanan di Konawe yang masih tinggi juga menjadi perhatian HIPPMALA. Mereka meyakini, dengan kebijakan yang tepat, Soropia dapat menjadi sentra perikanan yang signifikan, bahkan mampu memasok kebutuhan provinsi hingga nasional.

Penolakan terhadap jeti nikel ini bukan sekadar retorika. HIPPMALA menyatakan akan melakukan konsolidasi masif, melibatkan berbagai pihak mulai dari kampus, organisasi lingkungan, hingga pemerintah pusat, demi membatalkan rencana pembangunan yang dianggap membahayakan pesisir Konawe ini.

“Kami tidak akan tinggal diam. Koordinasi akan terus kami lakukan sampai rencana pembangunan jeti nikel di Soropia dibatalkan,” pungkas Firmansyah, menunjukkan keseriusan mereka dalam memperjuangkan kelestarian pesisir Konawe. (red)

Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Polling aktif
Ikut Polling →
dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM
Kota Kendari
Polling aktif
Ikut Polling →
Yusran Akbar
Kabupaten Konawe
Polling aktif
Ikut Polling →
La Ode Darwin
Kabupaten Muna Barat
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si.
Kabupaten Kolaka
Polling aktif
Ikut Polling →
Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si
Kabupaten Konawe Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Rifqi Saifullah Razak, S.T.
Kabupaten Konawe Kepulauan
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H.
Kabupaten Kolaka Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Drs. H. Bachrun, M.Si
Kabupaten Muna
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Muhammad Adios, S.Sos
Kabupaten Buton Selatan
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si
Kabupaten Buton Tengah
Polling aktif
Ikut Polling →
Alvin Akawijaya Putra, S.H.
Kabupaten Buton
Polling aktif
Ikut Polling →
Afirudin Mathara, S.H., M.H.
Kabupaten Buton Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
Ir. H. Burhanuddin, M.Si.
Kabupaten Bombana
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Haliana, S.E.
Kabupaten Wakatobi
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yusran Fahim, S.E.
Kota Baubau
Polling aktif
Ikut Polling →
Dr. H. Ikbar, S.H., M.H.
Kabupaten Konawe Utara
Polling aktif
Ikut Polling →
H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd
Kabupaten Kolaka Timur
Polling aktif
Ikut Polling →
64 / 100 Skor SEO