WAKATOBI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak kabut asap terhadap kesehatan. Imbauan ini terutama ditujukan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta penderita gangguan pernapasan.
Imbauan tersebut disampaikan melalui flyer yang disebarkan di berbagai platform media sosial dan grup WhatsApp. Langkah ini dilakukan menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi kabut asap yang melanda Wakatobi dan sejumlah wilayah di Sultra.
Berdasarkan informasi BMKG, sebaran kabut asap tersebut diduga berasal dari luar daerah, yakni Papua Selatan dan Maluku.
Kepala Dinkes Kabupaten Wakatobi, Muliadin Anis, menjelaskan bahwa kabut asap dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Dampaknya antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata dan tenggorokan, sakit kepala, pusing, hingga tubuh mudah lelah.
Menurut Muliadin, imbauan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko paparan kabut asap. Kelompok rentan perlu mendapat perhatian khusus karena udara tercemar dapat memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi penderita asma dan bronkitis.
Untuk meminimalkan paparan asap, masyarakat dianjurkan memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, khususnya saat kualitas udara memburuk. Warga juga diminta membatasi kegiatan di luar ruangan dan memperbanyak konsumsi air putih.
Selain itu, pintu dan jendela rumah sebaiknya ditutup ketika kabut asap meningkat agar asap tidak mudah masuk ke dalam ruangan.
Muliadin turut menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak buah dan sayuran, serta menjaga daya tahan tubuh melalui istirahat yang cukup dan olahraga ringan sesuai kondisi kesehatan.
Ia juga mengajak masyarakat berperan dalam mencegah kabut asap dengan tidak membakar sampah atau lahan, menghindari kebiasaan merokok, serta menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Menurutnya, pencegahan kebakaran hutan dan lahan penting untuk mempertahankan kualitas udara dan melindungi kesehatan masyarakat.
Dinkes Wakatobi berharap masyarakat semakin waspada terhadap dampak kabut asap dan menerapkan langkah perlindungan diri, terutama untuk menjaga kesehatan anggota keluarga yang termasuk kelompok rentan.



Tinggalkan Balasan