WAKATOBI – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang dijual secara eceran di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), melonjak hingga Rp50 ribu dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan tersebut membuat warga, khususnya di Wangi-Wangi, ibu kota Kabupaten Wakatobi, merasa resah.
Padahal, harga Pertalite bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) ditetapkan sebesar Rp10 ribu per liter. Sementara itu, harga jual eceran biasanya berkisar Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per liter.
Keresahan warga muncul setelah sejumlah SPBU diduga kehabisan stok sehingga tidak melayani pembelian Pertalite. Kondisi ini membuat masyarakat terpaksa membeli BBM dari pedagang eceran yang berjualan di sejumlah titik di Pulau Wangi-Wangi.
Seorang warga Wakatobi menyampaikan keluhan mengenai ketersediaan BBM melalui pesan kepada TribunnewsSultra.com pada Senin (12/10/2026). Keluhan serupa juga ramai disampaikan melalui media sosial, terutama terkait kenaikan harga Pertalite eceran.
Salah satu pengguna Facebook mengungkapkan kekecewaannya karena harga bensin tiba-tiba melonjak, meskipun menurutnya tidak terjadi kelangkaan BBM.
Disperindag Akui Pasokan BBM Sempat Terbatas
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Wakatobi, H. Safiuddin, S.Pd., M.Pd., membenarkan bahwa pasokan BBM bersubsidi di wilayah tersebut sempat terbatas dalam beberapa hari terakhir.
Ia menjelaskan, pada 7 Oktober 2026, Pertamina memberikan kuota BBM sebanyak 30 kiloliter (KL) untuk didistribusikan ke empat SPBU di Wakatobi. Akibatnya, setiap SPBU rata-rata hanya memperoleh jatah sekitar 5 hingga 10 KL.
Menurut Safiuddin, penyaluran BBM dimulai pada 8 Oktober 2026 sehingga jumlah pasokan yang tersedia belum mencukupi kebutuhan masyarakat.
Adapun empat SPBU tersebut adalah Sumber Wangi, Uthyla Sakti, Untuno Pratama, dan Satria Tegar Perkasa.



Tinggalkan Balasan