KENDARI, PERDETIKNEWS.COM – Tiga figur penting Sulawesi Tenggara hadir dalam satu panggung saat pelantikan pengurus DPW dan DPD PAN se-Sulawesi Tenggara di Hotel Claro Kendari, Selasa (6/10/2026) malam.
Mereka adalah Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka (ASR), Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), dan tokoh senior Sultra Kery Saiful Konggoasa.
Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi PAN Sultra di bawah kepemimpinan Yusran Akbar. Namun, pesan yang muncul dari panggung tidak hanya soal organisasi partai.
Zulhas justru memberikan arahan kepada kader PAN agar membangun hubungan yang baik dengan pemerintah daerah.
“Saya minta pengurus PAN di provinsi, kabupaten/kota untuk mendukung pemerintah. Provinsi dukung Gubernur, sukseskan program-program Gubernur agar bisa berguna untuk rakyat,” kata Zulhas saat ditemui usai pelantikan.
Zulhas kemudian menyampaikan pesan yang cukup tegas.
“Jangan ikut-ikut menyerang. Dukung Gubernur dengan baik agar berhasil,” ujarnya.
Menurut Zulhas, perbedaan partai politik tidak seharusnya menjadi penghalang untuk mendukung kepala daerah yang bekerja untuk masyarakat.
“Kita boleh beda partai, enggak apa-apa. Asal mereka berjuang untuk masyarakat kita dukung,” katanya.
Pesan tersebut sejalan dengan pernyataan ASR dalam sambutannya.
Gubernur Sultra mengatakan pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian dalam membangun daerah. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk partai politik, dibutuhkan agar program pembangunan berjalan.
“Pemerintah tidak akan bisa berjalan sendiri-sendiri. Perlu adanya kolaborasi, perlu ada kerja sama,” kata ASR.
Dalam sambutannya, ASR juga membuka kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Sultra.
Ia menyebut kemampuan fiskal daerah berada di kisaran Rp4 triliun, sementara lebih dari Rp3 triliun digunakan untuk gaji dan tunjangan.
“Sehingga kemampuan saya untuk melakukan upaya-upaya dalam rangka meluruskan visi itu hanya Rp327 miliar. Sangat kecil,” ujarnya.
Karena itu, ASR menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih agar anggaran yang tersedia dapat dikelola secara transparan, akuntabel dan tepat sasaran.
“Sehingga kekayaan yang kita miliki saat ini, itu bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara,” katanya.
Di tengah forum tersebut, nama Kery Saiful Konggoasa juga mendapat perhatian.
Ketua DPW PAN Sultra Yusran Akbar secara khusus menyapa Kery dalam sambutannya.
“Dan tentunya, ya saya mau sapa juga Bupati senior Kabupaten Konawe, tepuk tangan buat Pak Kery,” kata Yusran.
Kery merupakan mantan Bupati Konawe dua periode dan pernah menjadi bagian dari struktur PAN Sultra.
Nama Kery kemudian kembali disebut Zulhas saat membahas kader PAN yang sebelumnya pernah berbeda pandangan.
Zulhas mengatakan PAN membuka pintu bagi kader lama yang ingin kembali.
“Teman-teman yang dulu berbeda pendapat, kalau mau kembali, silakan. Enggak usah ada dendam di antara kita,” kata Zulhas.
Namun, Zulhas juga meminta pilihan politik mereka yang sudah bergabung dengan partai lain tetap dihormati.
“Kalau sudah pindah partai, ya namanya kan sudah pindah partai, jangan diganggu. Tapi yang belum, mari,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga mengungkap alasan DPP PAN menunjuk Yusran Akbar sebagai Ketua DPW PAN Sultra.
Jawabannya singkat.
“Kader terbaik.”
Zulhas menyebut penunjukan Yusran merupakan aspirasi dari internal PAN Sultra.
“Ini aspirasi pilihan… pilihan semua, pilihan semua Sultra mintanya dia,” ujar Zulhas sambil tertawa.
Saat ditanya target politik yang diberikan kepada Yusran, Zulhas kembali menekankan agar PAN Sultra fokus bekerja.
“Ya itu, sukseskan pemerintah agar berhasil pembangunan di Sultra. Ya nanti soal Pemilu kan masih tiga tahun lagi,” katanya.
Sementara Yusran dalam sambutannya menyerukan semangat “Gerak Cepat Bantu Rakyat”. Ia meminta seluruh kader memperkuat persatuan dan memastikan aspirasi masyarakat, baik di daratan maupun kepulauan, mendapat tindak lanjut nyata.
Pelantikan PAN Sultra malam itu akhirnya memperlihatkan pertemuan tiga figur dengan latar belakang berbeda dalam satu forum.
Zulhas berbicara tentang dukungan terhadap pemerintah. ASR berbicara tentang kolaborasi dan sinergi lintas partai. Sementara Kery Konggoasa hadir sebagai salah satu tokoh senior Sultra yang mendapat sapaan khusus dalam forum tersebut.
Tidak ada pernyataan dalam forum itu yang secara langsung menyebut perubahan posisi politik Kery.
Kehadirannya menjadi bagian dari suasana konsolidasi yang berlangsung dalam pelantikan PAN Sultra.
Bagi PAN, pelantikan tersebut menjadi awal kerja kepengurusan baru yang dipimpin Yusran Akbar.
Editor: Xan



Tinggalkan Balasan