KENDARI — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Syahrir, mengingatkan masyarakat agar lebih cermat menerima dan menyebarkan informasi terkait aktivitas pertambangan di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana.
Menurut Andi Syahrir, informasi mengenai persoalan lingkungan di Kabaena harus dilihat berdasarkan fakta, lokasi dan sumber yang jelas. Jangan sampai persoalan yang terjadi di satu wilayah kemudian langsung dikaitkan dengan perusahaan yang beroperasi di lokasi berbeda.
Hal itu disampaikannya menanggapi berkembangnya berbagai informasi mengenai aktivitas pertambangan di Kabaena, terutama di media sosial.
Andi Syahrir mengatakan, penting bagi masyarakat untuk membedakan antara informasi yang benar-benar berdasarkan data dengan informasi yang hanya berkembang melalui potongan narasi di media sosial.
Ia mencontohkan paparan yang disampaikan akademisi dan mantan Komisioner KPK Laode M. Syarif dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penegakan Hukum dan Pemulihan Aset Sumber Daya Alam” yang digelar Kejaksaan Tinggi Sultra.



Tinggalkan Balasan