Salah satu perhatian utama adalah evaluasi pelaksanaan pengaturan lalu lintas pagi atau gatur pagi. Personel diminta memahami karakteristik titik penugasan, potensi kerawanan, serta tindakan yang harus dilakukan, sehingga kehadiran polisi benar-benar membantu kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Perwira menengah Polri tiga melati di pundak itu juga menekankan pentingnya penggunaan perlengkapan pendukung, seperti peluit dan rompi saat pengaturan lalu lintas, serta senter pada malam hari. Personel diingatkan agar tidak membiarkan pelanggaran yang terlihat secara langsung, termasuk pengendara yang tidak menggunakan helm, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan penindakan sesuai ketentuan. Sebagai bentuk penguatan disiplin dan kesiapan personel, pelaksanaan gatur pagi dipimpin oleh pejabat utama dan tetap dijadwalkan.

Apel pagi akan dimulai pukul 05.45 WITA, sedangkan pukul 06.00 WITA seluruh personel diharapkan telah menempati titik penugasan masing-masing, termasuk lokasi sekolah yang melaksanakan kegiatan POLIDIK.

Selain evaluasi tugas lapangan, Dirlantas mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap melakukan pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Pemantauan dilakukan secara proporsional untuk mengantisipasi potensi kegiatan masyarakat, sekaligus memastikan aktivitas tersebut tidak mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).

Selanjutnya Dirlantas turut menekankan kesiapan jajaran menghadapi Operasi Patuh Anoa 2026 yang dijadwalkan dimulai pada Senin, (26/10/2026) dan berlangsung selama 14 hari hingga 8 November 2026.

” Terdapat 10 prioritas pelanggaran yang menjadi perhatian, yakni penggunaan telepon seluler saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan sabuk keselamatan atau helm berstandar SNI, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, melebihi batas kecepatan, balap liar, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis, serta penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan “, terang Kombes Pol. Argowiyono.

Lebih lanjut, Dirlantas mengingatkan personel untuk mendukung program Quick Wins Kapolri, khususnya Ruang Publik Aman dan Bersih ke Dalam. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kehadiran personel dalam pengaturan lalu lintas, serta pelayanan SIM dan penegakan hukum yang profesional, transparan, tidak mempersulit masyarakat, dan bebas dari penyimpangan.

Ia juga menekankan pentingnya menindaklanjuti keluhan masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan Jumat Keliling dan Subuh Keliling. Setiap masukan harus menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti dengan langkah konkret, termasuk penanganan aktivitas pemuda pada malam hingga dini hari yang disertai penggunaan knalpot tidak sesuai ketentuan, serta pengaturan arus lalu lintas di sekitar SMA Negeri 2 Kendari pada pagi hari.

Menurutnya, kualitas pelayanan kepolisian harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, mulai dari rasa aman, kemudahan menyampaikan laporan, kecepatan pertolongan, kepastian hukum, hingga perlindungan terhadap korban dan koreksi terhadap penyimpangan.

Pada kesempatan itu, Dirlantas juga mengingatkan seluruh personel untuk mematuhi ketentuan penggunaan pakaian dinas sesuai jadwal, menjaga kerapian dan kelengkapan atribut, serta meningkatkan kedisiplinan sebagai bagian dari citra institusi Polri.

Tidak kalah penting, para perwira diminta meningkatkan pengawasan dan kepedulian terhadap kondisi anggota, baik dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan pribadi. Setiap pimpinan diharapkan membangun komunikasi terbuka, mengenali persoalan yang dihadapi anggota, serta mendorong pemanfaatan konseling atau pendampingan apabila diperlukan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kondisi psikologis, pengendalian diri, dan profesionalisme personel dalam menjalankan tugas kepolisian.

Menutup arahannya, Kombes Pol Argowiyono menegaskan bahwa semangat “Polisi Bersama Masyarakat” harus diwujudkan melalui tindakan nyata dengan prinsip hadir, berbuat, dan bermanfaat.

Sejalan dengan tagline Kapolda Sultra, “Jaga Bumi Anoa”, seluruh personel Ditlantas Polda Sultra diharapkan terus hadir untuk menjaga masyarakat, wilayah, lingkungan, persatuan, serta kepercayaan publik terhadap Polri.

Melalui apel fungsi ini, Ditlantas Polda Sultra menegaskan komitmennya untuk meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan kualitas pelayanan guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sulawesi Tenggara.

Operasi Patuh Anoa 2026 akan dilaksanakan serentak di seluruh wilayah hukum Polda Sultra. Dengan persiapan yang matang dan pemahaman yang sama di kalangan personel, diharapkan operasi ini tidak hanya menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, tetapi juga semakin mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat .

“Kehadiran kita di jalan raya harus dirasakan bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai perlindungan dan pelayanan. Mari kita buktikan bahwa Polisi memang hadir, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Ditlantas Kombes Pol. Argowiyono.

45 / 100 Skor SEO