Bagi Jasa Raharja, capaian tersebut menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam membangun layanan digital yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Penghargaan ini kami maknai sebagai dorongan untuk terus memastikan transformasi digital memberi manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Teknologi harus membantu warga memperoleh layanan yang lebih mudah, cepat, dan jelas, terutama ketika mereka membutuhkan perlindungan dasar saat mengalami kecelakaan lalu lintas,” ujar Awaluddin.
Sebagai BUMN yang menjalankan mandat perlindungan sosial, Jasa Raharja memandang teknologi sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat kehadiran negara melalui pelayanan publik yang responsif.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Jasa Raharja terus mengembangkan layanan digital yang memberikan nilai dan manfaat bagi masyarakat
Awaluddin menjelaskan, transformasi digital Jasa Raharja bertumpu pada integrasi proses bisnis, data, layanan, dan pengambilan keputusan.
Fondasi teknologi perusahaan mencakup aplikasi inti untuk pengelolaan proses bisnis dan klaim, platform data, analitik, serta infrastruktur dan keamanan digital. Sistem tersebut menghubungkan Jasa Raharja dengan berbagai mitra, mulai dari kepolisian, rumah sakit, Samsat, lembaga keuangan, hingga instansi terkait.
Berbagai inovasi juga terus dikembangkan melalui layanan digital JR Care, JR Connect, dan MyJasfren. Selain itu, Jasa Raharja menerapkan otomatisasi proses internal serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung verifikasi dokumen dan analisis data.
Teknologi AI digunakan dalam sejumlah proses, termasuk pemeriksaan dokumen pengajuan santunan dan prediksi penerimaan sumbangan wajib.
Implementasi teknologi tersebut dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan pengendalian akses, perlindungan data, pemantauan, serta tata kelola yang menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem digital.
Hingga 2026, transformasi digital Jasa Raharja menunjukkan perluasan akses layanan digital, validasi data Samsat dengan bantuan AI, serta pemanfaatan dashboard untuk memantau kinerja operasional.
Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi proses, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, dan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan.
Jasa Raharja juga telah menyusun peta jalan atau roadmap transformasi digital 2026-2030. Pengembangan dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan fondasi dan integrasi, peningkatan kapabilitas analitik, hingga pengembangan transformasi adaptif untuk mendukung pelayanan prima.
“Ukuran keberhasilan digitalisasi bukan hanya pada sistem yang dibangun, melainkan pada kemudahan masyarakat saat mengakses layanan dan kepastian saat membutuhkan bantuan. Karena itu, kami akan terus memperkuat integrasi, keamanan, dan kualitas proses agar perlindungan dapat diberikan secara tepat,” kata Awaluddin.
Dua penghargaan IDTI Awards 2026 tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan Jasa Raharja untuk terus melanjutkan transformasi digital.
Jasa Raharja menegaskan komitmennya dalam mengembangkan layanan yang terintegrasi, tepercaya, dan berfokus pada manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas.



Tinggalkan Balasan