KENDARI – Maraknya pemberitaan mengenai dugaan praktik mafia tanah di Kota Kendari menjadi perhatian berbagai kalangan, termasuk praktisi hukum. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan agar aset berupa tanah tidak beralih kepemilikan atau dikuasai pihak lain secara melawan hukum.
Advokat Iwan, S.H., M.H., dari Kantor Advokat Iwan, S.H., M.H. & Rekan, menilai praktik mafia tanah umumnya diawali dengan berbagai modus yang tampak meyakinkan sehingga membuat pemilik tanah lengah.
Menurut Iwan, tidak sedikit korban yang kehilangan hak atas tanah karena terlalu mudah mempercayakan sertifikat asli kepada pihak lain dengan alasan kerja sama, pengurusan administrasi, hingga dijadikan jaminan dengan iming-iming keuntungan besar.
“Modus yang digunakan sangat beragam. Ada yang meminjam sertifikat dengan alasan dijadikan agunan, menawarkan kerja sama dengan janji keuntungan besar, bahkan memanfaatkan kelengahan pemilik tanah. Karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati,” kata Iwan kepada Perdetiknews.com, Rabu (5/8/2026).
Ia menegaskan, langkah paling penting adalah tidak menyerahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) asli kepada pihak mana pun tanpa dasar hukum yang jelas.



Tinggalkan Balasan