Menyanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, membantah adanya kekeliruan stok secara sengaja untuk kepentingan program tertentu. Menurutnya, masalah utama terletak pada berkurangnya stok ayam yang masuk ke wilayah Kota Kendari.
“Menurut saya sebenarnya itu tidak dibatasi, tapi memang stok yang masuk di Kota Kendari berkurang,” kata Siska di Kantor Balai Kota Kendari beberapa waktu lalu.
Siska menambahkan, permintaan ayam potong di Kota Lulo memang sedang mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Terkait isu program MBG sebagai pemicu kelangkaan, ia mengaku belum mendapatkan laporan resmi.
“Insya Allah nanti kita tindak lanjuti . Saya belum tahu itu, saya belum dapat informasinya karena faktor apa,” ujarnya.
Guna mengatasi polemik ini, para pedagang mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pembentukan peternakan mandiri khusus untuk kebutuhan program MBG. Dengan adanya peternakan tersendiri bagi SPPG, diharapkan pasokan ke pasar tradisional tidak terganggu dan harga kembali stabil.
Hingga saat ini, para pelaku usaha kecil dan pedagang pasar berharap pemerintah kota maupun provinsi segera mengambil langkah nyata untuk menormalkan distribusi pangan di Kendari. (red)



Tinggalkan Balasan