Menurut Arlin, sosok Antong Timbang selama ini dikenal sebagai figur pengusaha yang aktif dalam berbagai aktivitas sosial dan pembangunan ekonomi di daerah. Oleh karena itu, ia menilai tidak adil jika seseorang langsung dihakimi melalui opini publik sebelum proses hukum berjalan secara transparan dan objektif.

“Kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Jangan sampai ada penghakiman di ruang publik sebelum semuanya jelas. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk membela diri dan menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemberitaan yang tidak berimbang dapat berpotensi merugikan banyak pihak, baik secara pribadi maupun secara kelembagaan. Karena itu, Arlin berharap media massa tetap mengedepankan prinsip profesionalisme jurnalistik dengan menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan terverifikasi.

Lebih lanjut, Arlin mengajak kalangan pemuda di Sulawesi Tenggara untuk tetap menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat. Menurutnya, pemuda seharusnya menjadi kelompok yang mampu menenangkan situasi dengan sikap kritis dan rasional, bukan justru ikut memperkeruh keadaan dengan menyebarkan opini yang belum tentu benar.

“Pemuda harus menjadi kelompok yang menjaga rasionalitas publik. Kita boleh mengkritisi, tetapi harus berdasarkan data dan fakta, bukan hanya asumsi atau opini yang belum tentu benar,” tambahnya.

Arlin juga menegaskan bahwa menghormati proses hukum merupakan bagian dari komitmen terhadap negara hukum. Ia berharap semua pihak memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan transparan dalam mengungkap fakta yang sebenarnya.

“Pada akhirnya, kebenaran akan terungkap melalui proses hukum yang berjalan. Oleh karena itu, mari kita menahan diri dari membuat kesimpulan yang prematur dan tetap menjaga situasi daerah agar tetap kondusif,” tutup Arlin. (red)

14 / 100 Skor SEO