Kendari – Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Muh. Arlin Syaputra, mengimbau masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya kalangan pemuda, agar tidak mudah tergiring oleh opini pemberitaan yang berkembang terkait informasi penetapan tersangka terhadap Direktur perusahaan Masempo Dalle, Antong Timbang.

Arlin menilai bahwa dalam situasi seperti ini, publik harus tetap mengedepankan sikap objektif dan bijak dalam menerima informasi. Ia mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama di hadapan hukum dan berhak mendapatkan asas “praduga tak bersalah” hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Menurutnya, derasnya arus informasi di era digital sering kali membuat sebuah isu berkembang lebih cepat dibandingkan fakta yang sebenarnya. Hal ini berpotensi membentuk opini publik yang tidak sepenuhnya berdasarkan klarifikasi atau keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.

“Sebagai masyarakat yang hidup di era informasi, kita harus lebih dewasa dalam menyikapi setiap pemberitaan. Jangan sampai kita langsung menyimpulkan sesuatu tanpa melihat fakta secara utuh. Apalagi jika informasi tersebut belum dikonfirmasi secara jelas dari semua pihak,” ujar Arlin.

Arlin juga menyampaikan bahwa hingga saat ini masih banyak informasi yang simpang siur terkait kasus yang menyeret nama Antong Timbang. Ia menilai publik seharusnya memberikan ruang kepada pihak yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi serta membela diri melalui mekanisme hukum yang berlaku.