Kehadiran Arinta menjadi bagian dari perjumpaan itu. Dari satu meja ke meja lainnya, ia meninjau kreasi yang dibawa perwakilan 10 TP PKK kabupaten/kota. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan juga mencicipi sajian peserta.

Pada salah satu meja, papan kecil bertuliskan PKK Kota Baubau berdiri di antara makanan. Nama-nama menu ditulis pada kartu di dekat wadah: tuna berselimut daun kadolla, perkedel ikan nila feat daun kelor, serta labu kuning dengan fla rumput laut.

Sajian itu mempertemukan hasil laut dengan bahan-bahan yang akrab di dapur. Daun, sayur, dan buah ikut memberi warna pada meja perlombaan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra, Hikmawaty Amir, menyebut Arinta menyambut kreativitas para kader dengan antusias.

“Respons dari Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara sangat antusias sekali karena ini merupakan kegiatan yang memacu para ibu-ibu Tim Penggerak PKK dalam menciptakan aneka produk makanan,” ujar Hikmawaty.

Perlombaan tersebut menyediakan tiga kategori menu keluarga berbahan dasar udang dan tuna, menu kudapan, serta snack untuk balita. Setiap kategori membawa tantangan tersendiri bagi peserta.

Pada menu keluarga, peserta mengolah bahan menjadi hidangan bersama. Sementara pada kategori balita, perhatian diberikan pada tampilan makanan agar menarik bagi anak-anak.

“Menu snack untuk balita memang harus dibuat menarik tampilannya biar anak-anak lebih tertarik untuk makan ikan,” kata Hikmawaty.

Ia menilai para peserta sangat kreatif. Menurutnya, makanan yang dihasilkan diharapkan menarik sekaligus memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Di tengah kesibukan tersebut, Arinta berada dekat dengan hasil kerja para kader.

Hidangan yang sudah selesai ditata menjadi bagian dari kunjungannya, begitu pula suasana meja lomba yang masih dipenuhi peralatan dan bahan masakan.

Beberapa peserta mengenakan celemek dan penutup kepala. Tangan bersarung plastik merapikan makanan di piring. Di sisi meja, telepon genggam diarahkan untuk mengabadikan kegiatan.

Di luar arena perlombaan, para perempuan lain menampilkan hasil olahan dalam kemasan. Teri krispi, amplang, abon ikan, dan stik keju tuna berjajar di atas meja berbalut kain putih.

Rifa Food memperkenalkan stik rumput laut dengan mete. Ayyash Mandiri membawa olahan bandeng, dari abon hingga bandeng presto.

Pada stan Citra Permata, abon tuna, tongkol, dan marlin berdampingan dengan keripik udang seledri serta keripik cumi.

Para penjaga stan menata dagangan dan menyiapkan makanan serta minuman. Dengan pesisir Soropia sebagai latar, hasil laut hadir sebagai hidangan keluarga, camilan, dan produk usaha.

Kegiatan bertema “Pangan Biru untuk Indonesia Maju” itu merupakan bagian dari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan atau Gemarikan. Peserta peringkat pertama akan mewakili Sultra dalam perlombaan tingkat nasional di Jakarta.

Hikmawaty berharap kreativitas yang disaksikan Arinta hari itu terus diperkenalkan melalui jaringan PKK. Dari kabupaten/kota, aneka menu tersebut diharapkan menjangkau desa, dasawisma, hingga posyandu.

“Harapan saya bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini saja,” ujarnya.

Ia ingin olahan yang dihasilkan peserta dapat terhidang di meja makan keluarga di seluruh pelosok Sulawesi Tenggara.

Di Soropia, harapan itu berangkat dari hal-hal yang sederhana tangan yang meracik bumbu, piring yang ditata, dan para ibu yang memperkenalkan hasil masakannya.

Di antara mereka, Arinta hadir menyaksikan ragam kreasi yang tumbuh dari dapur dan diharapkan kembali ke dapur keluarga.

Editor: Ixan

13 / 100 Skor SEO